Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berang-Berang Serang Belasan Ribu Ikan di Kecamatan Kras Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 22 Januari 2025 | 16:47 WIB
KOSONG: Mohammad Mufit Mustofa, 27, menunjukkan ribuan botol tempat memelihara ikan cupang yang kosong karena ikannya dimakan oleh berang-berang.
KOSONG: Mohammad Mufit Mustofa, 27, menunjukkan ribuan botol tempat memelihara ikan cupang yang kosong karena ikannya dimakan oleh berang-berang.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah peternak ikan di Dusun Kem bangsore, Desa Mojosari, Kras resah. Ini setelah ribuan ikan cupang peliharaan mereka dimangsa berang-berang hingga habis. Setidaknya, ada tiga peternak di tepi sungai yang hanya bisa pasrah peliharaannya hanya tersisa beberapa ekor. Seperti dialami oleh Mohammad Mufit Mustofa.

Pekan ini dia merugi hingga Rp 10 juta. Sebab, ikan peliharaannya yang sudah siap jual raib. Menyisakan beberapa ekor saja.

“Pertama kali dimakan (oleh berang-berang, Red) sekitar seminggu lalu,” kata Mufit ditemui di rumahnya kemarin.

Pria berusia 27 tahun itu menyebut, pada sore hari kondisi ikan cupang di belakang rumahnya masih utuh. Namun, pada pagi harinya botol-botol tempat memelihara ikan itu sudah berjatuhan.

Penutup plastik di botol juga terbuka. Di sekitarnya banyak semut yang merubung.

“Setelah saya lihat ternyata semut-semut itu mengerumuni kepala-kepala ikan cupang yang tidak turut dimakan berang-berang,” lanjutnya.

Awalnya Mufit sempat berpikir ikan peliharaannya diambil pencuri. Namun, kecurigaannya hilang karena ikan yang raib justru yang harganya murah.

Yang diambil juga bukan ikan di kolam yang cara mengambilnya lebih mudah. Teka-teki raibnya ikan itu baru terjawab empat hari lalu.

Sekitar pukul 23.00 Mufit memutuskan ke belakang rumah setelah mendengar suara gaduh dari arah tempat ikan cupangnya disimpan.

“Suaranya seperti suara ayam,” terang Mufit.

Saat disinari dengan senter, ada empat ekor berang-berang yang langsung berlari keluar kandang.

Selanjutnya, hewan mamalia karnivora itu langsung masuk ke sungai dan berenang.

“Itu jelas bukan tikus. Soalnya langsung berenang. Ukuran badannya juga lebih besar dari tikus,” papar pria yang kehilangan enam ribu ekor ikan cupang itu.

Kerugian akibat ikan-ikannya yang dimangsa berang-berang itu mencapai Rp 10 juta.

“Saat cerita ini ke teman, katanya warga masih satu desa juga ada yang lelenya kena. Indikasinya sama, kepalanya ditinggal. Nggak dimakan,” lanjut Mufit sembari menyebut sang teman tidak tahu jenis hewan yang memangsa ternak lelenya.

Selain peternak ikan lele, satu teman Mufit yang samasama beternak ikan cupang juga kehilangan lima ribu ekor ikan peliharaannya.

“Sama-sama beternak di pinggir sungai. Ini juga dimakan berang-berang,” jelas Mufit sembari menyebut kerugian yang diderita temannya sekitar Rp 8 juta.

Terpisah, Ikhwan Baroji, 31, peternak lain di Dusun Kembangsore juga kehilangan tiga ribu ekor ikan cupang miliknya.

“Ikan berusia dua bulan. Habis dimakan berang-berang,” keluh pria yang harus merugi sekitar Rp 6 juta. Dengan demikian, dari tiga peternak ikan cupang saja harus menderita rugi sekitar Rp 24 juta akibat serangan berang-berang.

Hingga kemarin, hewan yang habitatnya di sungai itu masih belum bisa ditemukan sarangnya. Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Nur Hafid membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menyebut dinas perikanan sudah melakukan monitoring ke lokasi.

“Dari hasil pantauan petugas kami, sementara ada dua yang terdampak, besok saya akan turun langsung untuk melihat perkembangannya,” jelasnya.

Menurut Nur Hafid, lokasinya peternak ikan yang terdampak itu dekat dengan sungai yang juga dekat rumpun bambu. Selain itu, sungainya sudah minim ikan.

Dia menduga berang-berang yang kehabisan makanan dan mencari makan ke atas.

Menindaklanjuti hal tersebut, disnakan akan mendatangi peternak untuk melakukan antisipasi.

“Bisa memasang lampu di area kandang dan memasang pagar seng agar tidak mudah ditembus oleh predator,” jelas Nur Hafid sembari menyebut untuk jangka panjang pihaknya akan melakukan restocking ikan di sungai. Sehingga, makanan berang-berang tetap tersedia. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #dimangsa #serang #peternak #Berang-Berang #jawapos #ikan cupang #ikan