KEDIRI, JP Radar Kediri– Serangan nyamuk yang membawa virus chikungunya (CHIKV) mulai menyerang warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo. Lokasinya berada di RT 2, RW 1, Dusun/Desa Gampeng.
Sudah ada 23 warga yang terkena chikungunya. Penyebarannya terjadi sangat cepat. Menurut Petugas DBD dan Chikungunya Puskesmas Gampeng Hermin Lukito, satu rumah yang kena bisa dua atau tiga orang. “Kebetulan yang terkena juga berderet,” terang Hermin.
Kasus chikungunya di Kecamatan Gampengrejo ini mengalami lonjakan cukup tinggi. Jika pada Desember lalu hanya ada 15 orang saja yang kena, sekarang pada Januari jumlahnya naik menjadi 23 orang.
Terjadinya peningkatan kasus chikungunya itu terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat. Banyak genangan air yang dibiarkan. Sehingga menjadi sarang untuk berkembangnya nyamuk. Hasil survei yang dilakukan pihak puskesmas juga menunjukkan positif jentik nyamuk.
Baca Juga: Kecelakaan Adu Banteng di Tarokan Kediri, Dua Sopir Truk Terjepit
“Masih ada warga yang sering menyepelekan genangan air. Terutama air yang menggenang di ban bekas,” imbuhnya.
Gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini menyebabkan penderita mengalami demam tinggi, pusing, dan nyeri hebat di persendian.
Karena adanya laporan penderita mendorong pihak desa berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan fogging. Pengasapan dilakukan di delapan titik yang dilakukan selama dua hari. Pada Rabu (15/1) sebanyak enam titik dan kemarin ada dua titik. Semua lokasinya berada di Dusun Gampeng.
Pelaksanaan fogging ini disesuaikan dengan permintaan warga. Ada yang seluruh bagian rumah. Mulai dari halaman depan hingga belakang. Disisi lain juga ada warga yang tidak menghendaki rumahnya dilakukan pengasapan. “Disesuaikan permintaan warga,” ujar Kasi Pelayanan Desa Gampeng, Muhammad Eko.
Terpisah Kepala Puskesmas Gampeng drg Heri Hartono menambahkan, pemberantasan nyamuk ini tidak cukup dengan melakukan fogging. Sebab fogging hanya membunuh nyamuk besar saja. Sedangkan telur nyamuk masih tetap ada dan bisa menetas hingga ratusan.
“Tidak cukup dengan fogging. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ini juga diperlukan karena paling efektif,” terangnya. Dia menambahkan, jika ada keluhan yang tidak kunjung membaik selama kurun waktu 1 sampai 2 hari segera pergi ke puskesmas. Agar mendapat penanganan segera.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian