KEDIRI, JP Radar Kediri- Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi kian masif. Penambahan kasusnya hampir tiga kali lipat dalam sepekan di Kota Kediri. Sudah ada satu sapi yang mati akibat penyakit yang disebabkan virus Aphthovirus itu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, peningkatan kasus yang cukup signifikan terjadi dalam sepekan terakhir. Pada 6 Januari lalu, di Kota Kediri baru terdapat 21 kasus terdata dinas terkait.
Sementara hingga kemarin, DKPP Kota Kediri mencatat sudah ada 51 kasus PMK di Kota Kediri. “Penyebarannya sulit dikendalikan karena penularannya yang mudah. Bisa lewat udara hingga sentuhan,” terang Ridwan.
Meski sangat mudah menular antarhewan berkuku belah, namun Ridwan memastikan penyakit ini sangat mungkin disembuhkan. Dia pun mengimbau masyarakat tidak panik tapi harus tetap waspada. “Kebersihan kandang nomor satu,” tandasnya.
Baca Juga: Bayi Ngancar Alami Pembesaran Otot Pilorus, Harus Minum Harus Pakai Alat Bantu
Adapun terkait distribusi vaksin PMK, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi penyaluran dari Kementerian Pertanian. Untuk diketahui, sejak Desember lalu, belum ada dropping vaksin PMK di Kota Kediri.
“Tetapi kami juga akan mengupayakan bisa pengadaan vaksin secara mandiri. Akan segera diproses,” ungkapnya.
Sebagaimana vaksin Covid-19 pada manusia, menurut Ridwan pemberian vaksin PMK juga perlu dilakukan beberapa kali. Untuk satu ekor sapi saja, menurutnya membutuhkan 3-4 kali pemberian vaksin.
Pengadaan vaksin pun akan dilakukan dengan menyesuaikan jumlah populasi di Kota Kediri. Berdasarkan data DKPP Kota Kediri, sedikitnya ada 3-4 ribu ternak sapi di Kota Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian