KEDIRI, JP Radar Kediri- Transaksi jual beli hewan ternak di Kabupaten Kediri dibatasi dalam dua minggu ke depan. Hal itu setelah Pemkab Kediri memutuskan menutup seluruh pasar hewan hingga 25 Januari nanti.
Langkah tersebut diambil untuk memutus rantai penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kian meluas.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, wabah PMK yang kian meluas jadi bahasan rapat Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama para pejabat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Usai melakukan pembahasan selama sekitar dua jam itu, diputuskan seluruh pasar hewan di Kabupaten Kediri ditutup mulai Senin (13/1) nanti.
Bupati Dhito yang ditemui usai rapat di ruang Kilisuci, Pemkab Kediri kemarin meminta daerah di sekitar Kabupaten Kediri juga mengambil kebijakan penutupan pasar hewan. Sehingga, rantai penularan virus PMK bisa benar-benar diputus.
“Wabah PMK ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh Kabupaten Kediri saja. Upaya yang sama (penutupan pasar, Red) juga harus dilakukan kota dan kabupaten di sekitarnya,” tegas Dhito.
Suami Eriani Annisa itu menegaskan, penanganan wabah PMK harus dilakukan secara kolektif.
Karenanya, selain menindaklanjuti arahan dari Pemprov Jatim, daerah sekitar juga harus kompak melakukan hal yang sama.
“Kabupaten Tulungagung sudah ditutup pasar hewannya, kalau Kabupaten Kediri mengambil keputusan yang sama tapi kota dan kabupaten lain tidak, perputaran virus itu tetap ada,” jelasnya.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih mengatakan, kebijakan penutupan pasar diambil setelah DKPP melakukan monitoring ke sejumlah pasar. Di sana mereka juga berdiskusi dengan para pedagang.
“Sesuai arahan Mas Bup (Bupati Dhito, Red) dan pejabat forkopimda, pasar hewan kami tutup mulai Senin (13/1) sampai 25 Januari,” ungkap Tutik sembari menyebut penutupan pasar dilakukan karena tren penularan PMK masih sangat tinggi.
Karenanya, DKPP berupaya agar hewan-hewan sehat yang dibawa ke pasar tidak tertular PMK. Sehingga, jumlah sapi yang terpapar PMK bisa terus berkurang.
“Pasar hewan di beberapa kabupaten dan kota sudah mulai ditutup. Kalau di Kabupaten Kediri tidak ditutup, kemungkinan besarnya para pedagang sapi akan lari ke Kabupaten Kediri,” papar Tutik.
Lebih jauh Tutik menyebut, penutupan pasar hewan kali ini tidak sesulit pada 2022 atau saat awal wabah PMK merebak.
Saat itu masih banyak pedagang dan peternak yang tidak percaya. Adapun sekarang semua sudah memahaminya. Bahkan, mereka yang menginisiasi penutupan pasar.
Bagaimana dengan warga yang membutuhkan sapi? Menurut Tutik masyarakat bisa langsung datang ke kandang peternak.
Selebihnya, bisa juga membeli sapi secara online. Sehingga, penjual dan pembeli tidak perlu ke pasar hewan.
Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menyebut pihaknya akan melakukan mitigasi dan penjagaan. Terutama saat Pemkab Kediri melakukan sosialisasi penutupan pasar.
“Mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak,” tutur pria yang akrab disapa Bram itu.
Senada dengan Bram, Polres Kediri juga siap menerjunkan bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi penutupan pasar.
“(Keterlibatan bhabinkamtibmas, Red) agar bisa menekan gejolak,” sambung Kasatbinmas Polres Kediri AKP Barkah Ramsul.
Untuk diketahui, sebelum penutupan pasar hewan mulai Senin (13/1) nanti, Pasar Hewan Tertek, Pare masih bisa beroperasi pada Minggu (12/1) nanti.
Operasional untuk kali terakhir Januari ini, sekaligus akan digunakan untuk sosialisasi penutupan sementara pasar hewan.
Sementara itu, jika Pemkab Kediri sudah menutup pasar hewan mulai minggu depan, Pemkot Kediri belum mengambil kebijakan serupa. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M.
Ridwan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Retno Harini mengatakan, pemkot belum menutup pasar hewan karena kondisi pasar yang cenderung sepi. Salah satunya karena populasi sapi yang sudah tinggal sedikit.
“Karena mungkin pedagang sudah sadar (dengan PMK yang merebak, Red) dan memilih sementara waktu tidak membawa sapi ke pasar,” urainya. Sebagai gantinya, DKPP akan melakukan penyemprotan di pasar hewan. Di antaranya di Pasar Hewan Muning.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah