KABUPATEN, JP Radar Kediri- Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meningkat. Bahkan penyebarannya ikut meluas hingga ke delapan kecamatan.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet DKPP Kabupaten Kediri Yhuni Ismhawati mengatakan, yang kena PMK sudah mencapai 61 kasus. Terbanyak ada di Kecamatan Tarokan. “Ada 23 kasus dan satu sapi mati,” ucap Yhuni.
Kemudian terjadi di Kecamatan Ngadiluwih. Di sana ada 12 kasus yang ditemukan. Sementara di Kecamatan Ngancar sebanyak 11 kasus dengan jumlah kematian sebanyak satu sapi.
Lalu jumlah terbanyak berikutnya ada di Kecamatan Wates. Jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 6 kasus. Di kecamatan itu, jumlah sapi yang mati paling banyak yakni dua ekor.
Baca Juga: Cegah DBD, Dinkes Kota Kediri Siapkan Satu Rumah Satu Kader Jumantik
Yang terpapar berikutnya adalah Kecamatan Plemahan ada 4 ekor dan Kecamatan Kepung 3 ekor. Sedangkan di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Papar masing-masing satu ekor sapi yang terpapar.
Dalam waktu seminggu, jumlah kematian sapi di wilayah Kabupaten Kediri hanya bertambah satu. Sekarang, sudah ada empat sapi yang mati akibat PMK. Penambahan dan penyebaran kasus di atas tidak seperti sebelumnya.
Menurut Yhuni, untuk kondisi ternak PMK saat ini, tidak separah dulu. “Itu jika ditangani dengan baik maka akan lebih cepat sembuhnya,” ungkapnya.
Seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Papar. Dari enam sapi yang sempat terpapar PMK, sekarang semuanya sudah sembuh. Dan saat ini, di Kecamatan Papar hanya ada satu kasus.(sad/rq)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah