Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Wilayah Barat Sungai Brantas Kabupaten Kediri Terendam Banjir

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 23 Desember 2024 | 16:46 WIB

 

MELUBER KE JALAN: Air bercampur lumpur dari aliran Sungai Bendokrosok masuk ke Jl Raya Kediri-Nganjuk di Desa Maron, Banyakan. Akibatnya, pengendara harus mengurangi laju kendaraannya agar tak tergeli
MELUBER KE JALAN: Air bercampur lumpur dari aliran Sungai Bendokrosok masuk ke Jl Raya Kediri-Nganjuk di Desa Maron, Banyakan. Akibatnya, pengendara harus mengurangi laju kendaraannya agar tak tergeli

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ummaha, 58, yakin persiapannya jelang puncak musim hujan tahun ini sudah cukup. Dia menyiapkan sejumlah karung pasir untuk membentengi rumahnya dari banjir. Nyatanya, air bah memilih jalannya sendiri.

Meski berhasil membendung bagian depan, rumahnya di Dusun Nglaban, Desa Maron, Banyakan tetap terendam karena air yang ‘menyelinap’ lewat belakang rumah.  

Sekitar pukul 15.50 kemarin Ummaha  sedang bersantai di ruang tengah rumahnya. Tiba-tiba saja air bah sudah datang dari arah barat.

“Saya langsung mengambil karung yang sudah diisi pasir. Memang sudah ada persiapan,” ungkap Ummaha.

Benteng yang dipasang di bagian depan rumahnya itu sukses membuat air bah tidak masuk ke dalam rumah.

Tak dinyana, air bah dari sungai Bendokrosok yang meluap itu masuk lewat bagian belakang.

“Jadi memang air sudah meluber kemana-mana,” lanjut Ummaha sambil membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumahnya.          

Hanya dalam hitungan menit, rumahnya terendam air dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter.

Bukan hanya barang-barang di dalam rumahnya saja yang terendam air bah. Barang dagangannya di toko juga tak luput.

Dua kuintal beras yang berada di sejumlah karung langsung bercampur dengan lumpur. Demikian pula dua kuintal gula pasir, 15 karung pupuk, dan beberapa kardus mi instan tidak bisa diselamatkan.

"Padahal pupuk baru datang. Gulanya juga terendam. Ya Alloh Gusti, gulaku wis ora karu-karuan. Teles kabeh,” keluhnya sambil mengelus dada.

Terpisah, Kepala Desa Maron  Riyadi mengatakan, sebelum desanya terendam air bah, hujan deras sempat mengguyur daerah tersebut sejak pukul 14.30.

Sekitar pukul 15.45, debit air sungai Bendokrosok langsung meningkat.

Hanya dalam hitungan menit, air langsung meluber dan masuk ke pemukiman warga.

"Air datang itu dari arah hulu yang ada di Gunung Wilis," jelasnya ditemui di lokasi kejadian kemarin sore.

Sedikitnya ada dua dusun yang terdampak banjir. Yakni, Dusun Nglaban dan Dusun Maron.

Di Dusun Nglaban ada tiga RT yang rumahnya terendam. Yaitu, RT 03/II, serta RT 01 dan 01 RW III. Sedangkan di Dusun Maron ada empat RT di RW 8 yang terdampak. Yakni, RT 1, 2, 3 dan 4.

Dari dua dusun itu, sedikitnya ada 100 rumah yang terendam air bah. Ketinggian air bervariasi. Mulai 30 sentimeter sampai 60 sentimeter.

"Bisa jadi bertambah lagi. Ini masih terus dihitung,” terangnya.

Tak hanya merendam rumah warga, Jalan Raya Kediri-Nganjuk juga tak luput dari air bah.

Akibatnya, kendaraan hanya bisa melaju pelan di sana. Demikian pula sejumlah kendaraan yang melewati Jl PB Sudirman akses ke bandara.

Beberapa kendaraan memilih putar balik karena di sejumlah ruas kedalaman air bisa mencapai lebih dari 30 sentimeter.

Simpang empat Banyakan juga tak luput dari rendaman air. Kendaraan yang berhenti membuat lalu lintas macet hingga di simpang empat traffic light Mrican.

Hingga pukul 19.30 tadi malam, area Pasar Buah Banyakan masih terendam air setinggi sekitar 50 sentimeter.

Selain di Desa Maron, air bah juga merendam Dusun Gondang dan Dusun Dahu, Desa Jatirejo.

Selanjutnya, tembok makam Desa Cerme, Grogol juga ambrol diterjang air bah yang deras.

Bahkan, sekitar pukul 17.00 kemarin Sungai Bendomongal di Desa Bakalan, Grogol juga ikut meluap. Air bah masuk ke pemukiman warga di sekitarnya.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno membenarkan tentang bencana banjir di wilayah barat sungai tersebut.

Menurutnya, sejumlah desa di Kecamatan Banyakan dan Grogol terendam air bah akibat luapan air sungai Bendomongal dan Bendokrosok. Namun, Djoko belum bisa memerinci jumlahnya.

Alasannya, hingga pukul 20.30 tadi malam timnya masih melakukan pendataan di lapangan.

"Anggota kami masih di lapangan untuk melakukan pendataan. Sekaligus melihat ada tidaknya kerugian material," tegasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #sungai meluap #banjir #ratusan rumah #sungai brantas #jawapos