KEDIRI, JP Radar Kediri- Perasaan traumatis masih bersarang pada diri Samuel Putra Yordaniel. Bocah sembilan tahun yang menjadi satu-satunya korban selamat dalam pembunuhan satu keluarga yang dilakukan tersangka Yusa Cahyo Utomo, 35 ini masih takut ketika bertemu orang yang tidak dikenal. Lebih-lebih bila yang ditemui itu laki-laki.
Penyebabnya tentu saja dia teringat dengan pelaku. Lebih-lebih, sang pembunuh tersebut adalah pamannya sendiri.
“Tentu ada trauma dalam hal itu. Karena memang dia melihat langsung kejadiannya. Jadi memang sempat trauma (ketemu) dengan laki-laki,” jelas Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ariyanto.
Karena itulah, Pemkab Kediri melakukan upaya penyembuhan kondisi psikis korban. Mereka terus melakukan pendampingan untuk melakukan trauma healing.
“Pendampingan terus kami lakukan. Dari DP2KBP3A Kabupaten Kediri bersama kami terus lakukan pemantauan dan pendampingan,” terangnya.
Ariyanto melanjutkan, walaupun ada trauma, saat ini kondisi Samuel semakin membaik. Samuel sudah bisa berkomunikasi dengan tim pendampingan.
Selain itu bocah kelas 5 SD ini juga sudah bisa mengelola dan menyampaikan emosinya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Iptu Endra Maret mengatakan proses kasus pembunuhan keluarga guru di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar masih berlanjut.
Saat ini pihaknya masih melengkapi berkas-berkas perkara. Jika sudah lengkap akan segera dikirimkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri.
“Berikutnya kami kirimkan ke jaksa penuntut umum untuk dilakukan penelitian berkas,” jelasnya.
Seperti diberitakan, Yusa nekat menghabisi nyawa Kristina sang kakak, Agus Komarudin kakak ipar, dan Christian Agusta Wiratmaja, keponakannya pada Rabu (3/12) dini hari lalu.
Yusa yang emosi langsung memukulkan martil seberat lima kilogram ke arah leher dan kepala Kristina hingga tewas.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Warga Kediri Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Hari Raya Natal
Teriakan dan keributan yang terjadi sebelumnya membuat Agus Komarudin terbangun.
Karenanya, Yusa juga memukul kakak iparnya itu menggunakan senjata yang sama hingga tewas.
Nahas, Christian Agusta Wiratmaja, siswa kelas VII SMPN 2 Wates yang mendengar keributan jelang Subuh itu.
Demikian pula Samuel Putra Yordaniel si bungsu. Keduanya turut dipukul menggunakan palu. Christian meninggal di lokasi kejadian.
Sedangkan Samuel yang ditemukan kritis pada Kamis (5/12) lalu dilarikan ke RS Bhayangkara.
Setelah menghabisi nyawa tiga kerabatnya, Yusa membawa kabur mobil Toyota Avanza warna silver milik Agus.
Dia juga membawa lari ponsel, uang tunai, handycam, dan beberapa barang berharga lainnya.
Dia nekat melakukan aksi itu karena sakit hati tidak diberi utangan oleh Kristina.
Endra mengatakan, adapun informasi dari para saksi dan keterangan tersangka, Yusa ingin mengutang kepada kakaknya itu sekitar Rp 12 juta.
Alasannya karena dia punya pinjaman di koperasi yang ada di Lamongan.
“Dia ingin meminjam uang untuk menutup utang tersangka di koperasi yang ada di Lamongan,” jelas Endra.
Namun karena Yusa masih punya utang sekitar Rp 2 juta di kakaknya itu, membuat sang kakak tidak mau menghutanginya lagi. Dari situlah membuat Yusa geram.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah