KEDIRI, JP Radar Kediri- Tergerusnya plengsengan Sungai Serinjing di Desa Pehkulon, Kecamatan Papar pada November lalu mulai diperbaiki. Curah hujan yang tidak menentu dapat mengganggu pekerjaan perbaikan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, beberapa hari terakhir, terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Beruntung debit airnya tidak setinggi sebelumnya.
Meski hujan mengganggu proses perbaikan. Kondisinya tidak sampai membuat plengsengan dan tanggul kembali rusak. Untuk saat ini, pintu dam sudah bisa dibuka dan tidak ada sampah yang tersangkut.
“Setelah kejadian, kami langsung melakukan pembersihan. Sekarang kondisi sungai langsung normal,” jelasnya.
Dia mengatakan, tim gabungan dari BPBD, PUPR, dan Jasa Tirta masih terus melakukan perbaikan.
Untuk mencegah tanggulnya jebol, petugas memasang jumbo bag di tiga saff. Ditumpuk setinggi empat karung. Berikutnya akan ditimbun dengan tanah.
“Perkiraan seminggu bisa selesai,” jelasnya, sembari berharap tidak ada hujan dengan intensitas tinggi agar pekerjaan itu segera rampung. Sehingga warga bisa merasa aman.
Seperti diberitakan, hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi pada Jumat (7/12) lalu. Sejak siang hingga malam hari mengakibatkan debit air Sungai Serinjing meningkat. Peristiwa itu terjadi karena pintu dam yang tidak bisa dibuka akibat tersangkut sampah material kayu yang hanyut di sungai. Akibatnya air meluber. Sehingga menggerus tanah tanggul.
Editor : Anwar Bahar Basalamah