Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Genangan Air dan Pohon Tumbang Mengintai Kota Kediri

Ayu Ismawati • Minggu, 15 Desember 2024 | 03:00 WIB
WASPADA BENCANA: Anggota BPBD melakukan simulasi penyelamatan di gedung Balai Kota Kediri.
WASPADA BENCANA: Anggota BPBD melakukan simulasi penyelamatan di gedung Balai Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Memasuki puncak musim kemarau, bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi di Kota Tahu. Genangan dan pohon pun terus mengintai Kota Kediri. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri pun lalu siagakan personel dan alat untuk mitigasi bencana hidrometeorologi. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, sedikitnya bencana hidrometeorologi yang terjadi di Jawa Timur selama Januari-November 2024 mencapai lebih dari 300 kejadian. 

Bencana yang lebih luas itu terjadi di beberapa daerah. Mulai angin puting beliung, banjir, hingga tanah longsor. “Hingga saat ini, yang kami antisipasi adalah bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung,” terangnya, ditemui di acara Gladi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Balai Kota Kediri kemarin.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir yang banyak melanda berbagai kawasan di Jawa Timur itu menurutnya dipicu curah hujan yang tinggi. Sehingga, kapasitas sungai tidak mencukupi untuk menampung air.

“Dan adanya sampah maupun eceng gondok di sungai yang belum sempat dibersihkan atau dinormalisasi juga menjadi penyebab volume air di sungai yang seharusnya bisa banyak jadi berkurang,” bebernya.

Lebih jauh menurut Gatot, data dari BMKG menunjukkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Antisipasi cuaca ekstrem itu menurutnya masih akan berlangsung hingga 2 Januari mendatang.

“Karena masih ada kemungkinan hujan dan angin yang bisa timbul dan ekstrem bisa mengakibatkan bencana di wilayah kabupaten dan kota yang ada di Jatim,” tandasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah mengatakan, Kota Kediri relatif aman dari bencana hidrometeorologi. Namun begitu, pihaknya tetap menerapkan siaga bencana sebagai upaya mitigasi. Namun demikian, genangan dan pohon tumbang masih berpotensi terjadi selama musim hujan di Kota Kediri.

“Tapi saya tetap berharap, kebijakan pemerintah kota, pohon-pohon jangan ditebangi. Tapi rantingisasi. Jadi yang rapuh-rapuh, rantingnya yang dipangkas,” urainya.

Dengan begitu, dia pun mengimbau masyarakat berhati-hati selama musim hujan. Termasuk saat melintas di jalan yang banyak terdapat pohon-pohon besar.

Terkait banjir genangan yang masih kerap muncul selama musim hujan, menurutnya sampah masih menjadi penyebab utama. Zanariah pun mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Khususnya di saluran air.

 “Sebelum musim hujan kemarin sudah setiap kelurahan kita datangi. Kita bersihkan (saluran air). Bersih-bersih di semua kelurahan,” bebernya terkait upaya mitigasi banjir yang dilakukan Pemkot Kediri.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Zanariah #jawa timur #simulasi #bpbd #bencana #gatot subroto