KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali ditemukan. Kali ini, ada empat sapi yang dilaporkan kena virus aphthovirus. Lokasinya berada di Desa Joho, Kecamatan Wates.
Laporan kasus PMK dari peternak asal Desa Joho, Wates itu langsung ditindaklanjuti Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri. Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melalui Kabid Kesehatan Hewan & Kesmavet DKPP Kabupaten Kediri Yhuni Ismhawati mengatakan timnya langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi.
"Kemarin (Senin, 9/12), kami lakukan pemeriksaan fisik," jelas Yhuni.
Pemeriksaan yang dilakukan berupa rapid test. Hasilnya, empat sapi milik warga Desa Joho, Wates itu positif PMK. "Kami juga mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Dari interview petugas kepada peternak, sapi tersebut dibeli dari wilayah Jawa Tengah sekitar satu bulan lalu. Pemiliknya tidak mengetahui status vaksinnya. Kuat dugaan jika sapi-sapi tersebut belum divaksin. Sehingga mudah terkena virus PMK.
DKPP meminta pemilik sapi untuk melakukan peningkatan biosecurity. Mulai dari memperketat kebersihan ternak hingga melakukan karantina sapi secara mandiri.
Yhuni mengatakan, selain kasus di Desa Joho, Wates juga ditemukan dua kasus PMK di Badal Pandean, Ngadiluwih. "Kasusnya sekitar dua minggu lalu. Dari pengecekan tim kami, saat ini sapinya sudah sembuh," jelasnya.
Yhuni mengatakan, penularan kasus PMK ini masih sangat mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan, saat ini, tengah musim pancaroba. Sehingga menyebabkan perkembangan virus mudah terjadi.
"Tidak hanya kasus PMK, kasus lainnya yang patut diwaspadai adalah penyakit LSD dan sebagainya," jelasnya.
Yhuni mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Peternak diharapkan selalu menjaga kebersihan kandang dan hewan ternaknya. Selain itu juga memberikan pakan yang teratur ditambah dengan vitamin ataupun jamu untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan. Termasuk memperhatikan lalu lintas hewan dan peternak agar kesehatan hewan terjaga.
"Saat ini, sudah endemi namun masyarakat harus tetap berhati-hati," tegasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah