Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sidak Jelang Nataru, Dua Bus AKAP di Terminal Tamanan Kota Kediri Nekat Melanggar Trayek

Novanda Nirwana • Selasa, 10 Desember 2024 | 16:19 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Menjelang libur Natal dan tahun baru, Dinas Perhubungan Kota Kediri dan Polres Kediri Kota melakukan pengecekan kelayakan bus di Terminal Tamanan, kemarin.

Hasilnya, mereka menemukan dua unit bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang nekat melanggar trayek.

Pantauan koran ini, pengecekan bus oleh tim gabungan dilakukan pukul 11.00 kemarin. Total ada sembilan bus yang diperiksa kelayakannya secara acak.

Setiap bus yang dihentikan dicek kelayakan mulai dari rem, wiper, lampu sein, dan kelengkapan kendaraan satu per satu.

“Kami pastikan kondisi dan kelayakannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur.

Pemeriksaan kendaraan dilakukan jelang libur Nataru. Hal tersebut karena pada libur akhir tahun ini biasanya terjadi lonjakan penumpang.

Sehingga, diharapkan keselamatan masyarakat bisa terjaga.

Tak hanya mengecek fisik bus, kemarin tim gabungan juga mengecek kelengkapan surat berkendara.

Dari total sembilan unit bus, ada dua bus yang mendapat catatan khusus dari pemeriksa karena melanggar trayek.

Bus AKAP itu seharusnya melewati terminal Patria di Kota Blitar. Namun, sopir bus malah lewat Batu.

“Kali ini kami peringatkan. Kalau berlanjut akan diberi sanksi tegas,” lanjut Didik sembari menyebut kemarin para sopir bus juga diperiksa kesehatannya.  

Terpisah, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Murnianto menambahkan, kemarin timnya juga sudah mengingatkan sopir bus agar tidak melanggar trayek dan rambu lalu lintas.

“Kalau memang dia tidak boleh berhenti, tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang bukan ditempatnya ya harus ditaati,” tegasnya.

Sementara itu, selain melakukan pengecekan bus, dishub juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas selama libur Nataru. Dengan pemasangan portal di Jembatan Semampir, kendaraan besar seperti bus dan truk memang melintas di dalam kota.

“Otomatis memang menambah kepadatan. Karena kendaraan bis lewat tengah kota yang pasti itu. Tapi mau nggak mau kita lakukan. Seperti Jl Panglima Sudirman tetap harus dilewati (oleh bus dan truk, Red),” terangnya.

Untuk diketahui, bus antarkota dalam provinsi (AKDP) saat ini melintasi jalur rekayasa lalu lintas imbas pemortalan di Jembatan Semampir.

Bus jurusan Surabaya-Tulungagung dan sebaliknya itupun melintas di jalan-jalan protokol dalam kota. Seperti di antaranya Jl PB Sudirman, Jl Yos Sudarso, Jl Diponegoro, Jl Hasanudin, hingga Jl Letjend Suprapto.

Dengan begitu, selama Nataru nanti menurutnya akan ada rekayasa lalu lintas lagi yang diterapkan. Khususnya menyikapi pemudik yang mulai masuk atau melintas di Kota Kediri.

“Seperti biasanya tahun baru mungkin di Jl Sersan Bahrun di traffic light itu bisa masuk ke kanan kalau terjadi crowded di Jl Gatot Subroto. Sehingga lewat Ngampel,” bebernya.

Dalam menentukan itu, nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan forum lalu lintas angkutan jalan (LLAJ). Termasuk di antaranya dengan Satlantas Polresta Kediri. (nov/ais/ut)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Uji Kelayakan Bus #Dinas Perhubungan (Dishub) #Trayek #terminal #Pengecekan Bus #polres kediri #jawa pos #Bus melanggar trayek #kota kediri