KEDIRI, JP Radar Kediri- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kediri kemarin sore menyebabkan terjadinya banjir di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten. Terjangan air yang berasal dari luapan saluran irigasi itu mengakibatkan listrik di desa itu padam.
Matinya lampu di desa itu dikarenakan tiang listrik tumbang karena tanah yang tergerus sekitar pukul 15.00. “Luberan air itu mengalir deras di jalan Desa Sepawon,” ungkap Kepala Desa Sepawon Rahmad Sudrajat.
Akibat kejadian itu, listrik di desanya padam hingga lima jam. Hingga pukul 20.00 tadi malam, lampu belum juga menyala. Dia mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi itu terjadi sejak pukul 12.00. Guyuran hujan mulai mereda sekitar pukul 15.30.
Karena intensitas hujan sangat tinggi, lahan perkebunan tebu penuh dengan air. Akibat kejadian itu, air yang awalnya di lahan tebu tumpah ke jalan dengan deras.
Sialnya, pada saat air hujan memenuhi lahan tebu, saluran drainasenya tersumbat material kayu yang hanyut. Hal itu menyebabkan air tidak bisa mengalir dengan lancar. Hal itu menyebabkan tanah penyangga tiang listrik di dekat lapangan Desa Sepawon juga tergerus. Membuat tiang listrik di desa itu ambruk dan menyebabkan listrik padam.
Setelah hujan reda, terjangan air di desanya pada saat malam hari sudah surut. “Luberan air ini juga menyebabkan tiga kandang kemasukan air. Tapi tidak sampai masuk rumah,” jelasnya sembari menyebut tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah