Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Matarmaja Tabrak Ambulans RSUD Gambiran di Kras Kediri, Lima Perjalanan Kereta Api Tertunda

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 5 Desember 2024 | 16:10 WIB
RINGSEK: Satu unit mobil derek mengevakuasi ambulans jenazah RSUD Gambiran yang tertabrak KA Matarmaja di Desa Nyawangan, Kecamatan Kras kemarin. Foto atas , ambulans yang dikemudikan Muhammad Ali Mus
RINGSEK: Satu unit mobil derek mengevakuasi ambulans jenazah RSUD Gambiran yang tertabrak KA Matarmaja di Desa Nyawangan, Kecamatan Kras kemarin. Foto atas , ambulans yang dikemudikan Muhammad Ali Mus

KEDIRI, JP Radar Kediri- Nahas menimpa Muhammad Ali Mustofa, 29. Sopir ambulans jenazah RSUD Gambiran itu tewas setelah mobil yang dikendarainya tertabrak Kereta Api (KA) Matarmaja di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Nyawangan, Kras kemarin siang.

Insiden tersebut dialami tenaga kontrak itu usai mengantar jenazah di desa setempat.

Kecelakaan tragis kemarin terjadi sekitar pukul 13.00. Saat kejadian, Mustofa mengendarai mobil bernopol AG 8749 AC baru saja mengantar jenazah Suhar, pasien kecelakaan lalu lintas yang sebelumnya dirawat di RSUD Gambiran.

Setelah jenazah diturunkan di rumah duka Desa Nyawangan, Kras, pria yang akrab disapa Tofa itu bermaksud kembali ke RSUD Gambiran.

Namun, dia harus kembali ke tempat kerjanya itu dalam kondisi tak bernyawa.

Sebab, saat melewati perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Nyawangan, mobil yang dikendarainya ditabrak KA Matarmaja yang melaju dari arah selatan.

Braaaak! mobil ambulans yang dikemudikan Tofa bertabrakan dengan lokomotif. Kereta dengan nomor lambung 233 yang melaju kencang itu baru bisa berhenti setelah menyeret mobil sejauh sekitar 500 meter.  

“Saya ditelepon warga katanya ada kecelakaan mobil terseret kereta. Ternyata (yang mengalami kecelakaan, Red) itu ambulans yang baru mengantar jenazah,” kata Sekretaris Desa Nyawangan Yuda Perwira Praditama saat ditemui di lokasi kejadian kemarin.

Kasatlantas Polres Kediri AKP Jodi Indrawan mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 itu bermula ketika  Mustofa melaju dari arah barat.

Saat sampai di lokasi kejadian, Jodi menduga korban tidak berhati-hati saat hendak melintas.

“Diduga tidak memperhatikan kanan-kiri sebelum melewati perlintasan sebidang tanpa palang,” kata Jodi ditemui di tempat kejadian perkara.

Padahal, di saat bersamaan dari arah selatan melaju KA Matarmaja. Benturan keras pun tak terhindarkan.

Akibatnya, Mustofa langsung meninggal di tempat kejadian. Dia mengalami luka parah di tangan kanan dan kepala bagian kanan.

Sedangkan kondisi ambulans jenazah RSUD Gambiran itu ringsek. Terutama bodi bagian kanan yang rusak parah. Kaca belakang bagian kiri pecah, serta ban kiri belakang meletus.

“Korban langsung dibawa ke RSUD Gambiran untuk penanganan lebih lanjut,” terang Jodi mengimbau masyarakat yang melewati perlintasan KA tanpa palang pintu untuk berhati-hati.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, evakuasi memakan waktu lebih dari satu jam. Satu unit mobil derek yang diturunkan baru bisa mengevakuasi ambulans pada pukul 14.15.

Suyono, 56, warga Kepanjen, Malang, yang merupakan salah satu penumpang KA mengatakan, saat kecelakaan terjadi tiba-tiba saja dia mendengar suara berderit karena pengereman mendadak.

“Kaget, kok tiba-tiba keretanya bersuara greeeek! Tidak menyangka ternyata menabrak mobil,” kata pria yang hendak ke Jakarta itu sembari menyebut perjalanannya tertunda hingga satu jam di lokasi kejadian.

Terpisah, Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr. Aditya Bagus Djatmiko mengatakan, kecelakaan yang menimpa Mustofa kemarin membawa duka bagi keluarga besar rumah sakit tersebut.

“Kami merasa kehilangan almarhum yang berdedikasi tinggi. Semoga almarhum yang gugur dalam menjalankan tugas husnul khatimah dan keluarga diberi keikhlasan,” kata Aditya.

Humas RSUD Gambiran Nitra Sari menambahkan, saat kejadian Mustofa memang sedang bertugas sif pagi.

Pria asal Desa Petok, Mojo itu bergabung sebagai sopir RSUD Gambiran sejak masa pandemi Covid-19. “Awalnya dulu sebagai relawan Covid-19,” ungkap Nitra.

Meski satu unit ambulans jenazah ringsek akibat kecelakaan kemarin, menurut Nitra hal tersebut tidak memengaruhi pelayanan rumah sakit. Sebab, mereka memiliki beberapa ambulans jenazah.

Setelah insiden kecelakaan kemarin, menurut Nitra jenazah Mustofa langsung dimandikan dan disalatkan di Masjid Asyifa RSUD Gambiran.

Jajaran manajemen dan karyawan, termasuk dr Aditya Bagus Djatmiko serta Wadir Umum dan Keuangan Alfan Sugianto ikut menyalatkan jenazah.

Sementara itu, kecelakaan kemarin tidak hanya membuat perjalanan KA Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen terlambat 147 menit. Melainkan juga berdampak pada perjalanan kereta api lainnya.

Manager Humas Daop 7 Madiun Kuswardojo menyebut, ada lima kereta api lain yang perjalanannya terlambat.

Mulai KA 414 CL Dhoho relasi Kertosono-Blitar yang terlambat 189 menit. Kemudian, KA 407 CL Dhoho relasi Blitar-Kertosono terlambat 40 menit.

Ada pula KA 416 Cl Dhoho relasi Kertosono-Blitar terlambat 30 menit. Selanjutnya, KA 154F Malioboro Ekspres dan KA 111 Brantas yang masing-masing terlambat 55 menit dan 23 menit. 

“PT KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan KA akibat insiden ini,” ujarnya sembari menyebut, kereta api Matarmaja yang terlibat insiden itu langsung bisa kembali melanjutkan perjalanan setelah dilakukan pergantian lokomotif dan pemeriksaan rangkaian.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati saat melewati perlintasan sebidang.

“Pengguna jalan termasuk ambulans harus mendahulukan perjalanan kereta api. Sebab kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba,” terang Kurwardojo. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#KA matarmaja #radar kediri #kereta api #RSUD Gambiran #ambulans #jawa pos