Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Setiap Hari, Debit Air Sungai Brantas di Kediri Naik

Sri Utami • Selasa, 3 Desember 2024 | 16:35 WIB
Bantaran Brantas di utara Jembatan Brawijaya tertutup air setelah debitnya naik sejak Kamis (28/11) malam.
Bantaran Brantas di utara Jembatan Brawijaya tertutup air setelah debitnya naik sejak Kamis (28/11) malam.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Hujan yang melanda Kediri Raya dan sekitarnya beberapa hari ini membuat debit air Sungai Brantas naik. Hingga kemarin, ketinggian air masih di atas rata-rata normal.

Karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri meminta masyarakat waspada dan tidak beraktivitas di bantaran sungai terpanjang di Jatim itu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengatakan, kemarin sore debit air Sungai Brantas sudah mulai turun.

Namun, melihat tren curah hujan yang masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan, pihaknya mewaspadai bila debit air tiba-tiba naik lagi.

“Ini tadi (kemarin sore, Red) teman-teman BPBD ke sana (debit air, Red) sudah agak turun. Tapi kami koordinasi terus dengan pihak Bendungan Watu Turi,” kata Joko.

Lebih jauh Joko menyebut, debit air Sungai Brantas meningkat signifikan sejak Kamis (28/11) malam. Selanjutnya, kondisi tersebut terus terjadi hingga kemarin.

Mengantisipasi hal tersebut, BPBD memantau sejumlah lokasi yang sering jadi tempat berkumpul masyarakat. Salah satunya bantaran sungai di sisi utara Jembatan Brawijaya.

Lokasi tersebut sering disebut dengan dermaga atau Pantai Brantas.

“Kami beri safety line di sana karena sering jadi tempat ngumpul orang-orang. Kami antisipasi agar warga tidak mendekat (ke tepi sungai),” terangnya.

Sampai kapan safety line akan dipasang di sana? Joko belum bisa memastikan sampai kapan. Sebab, peningkatan debit air sungai masih bisa terjadi.

Hal tersebut menimbang hujan intensitas sedang hingga tinggi yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Tergantung kondisi air. Kalau sudah turun, kita buka lagi (Dermaga Brantas, Red),” tandasnya.

Baca Juga: Kenapa Kota Kediri Sering Banjir ketika Hujan Deras?

Pantauan koran ini, hingga kemarin sejumlah jasa perahu penyeberangan atau tambangan masih lumpuh alias tutup. Penyedia jasa memilih tidak beroperasi karena air Sungai Brantas tidak hanya meluber ke bantaran.

Melainkan di Tambangan Kemiri Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri malah meluber hingga ke warung di pinggir Sungai Brantas.

Hingga kemarin, Tambangan Kemiri juga masih tutup. Perahu penyeberanganterparkir di tepi sisi timur.

Sebelumnya, jembatan penghubung dari anyaman bambu atau sesek di sana rusak setelah diterjang air.

“Belum buka lagi sejak Kamis itu (28/11). Masih mau perbaikan sesek,” ungkap Saiful, salah satu awak perahu di sana.

Namun begitu, menurutnya dari empat perahu penyeberangan di Kelurahan Manisrenggo dan Ngronggo, ada satu yang beroperasi. Lainnya masih harus melakukan perbaikan.

Terkait potensi kembali naiknya debit sungai, BPBD Kota Kediri mengimbau masyarakat lebih berhati-hati. Khususnya di tempat keramaian yang berada di bantaran sungai.

“Selama musim hujan ini kurangi aktivitas di bantaran sungai. Kalau warga sana yang mengoperasikan perahu sudah hafal waktu yang aman,” tegas Joko. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #debit air naik #hujan deras #sungai brantas kediri #Curah hujan kediri #jawa pos #kota kediri