Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hanya 60 Persen Saluran Air di Kota Kediri yang Berfungsi Normal

Ayu Ismawati • Senin, 2 Desember 2024 | 16:25 WIB
Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Banjir 30 menitan agaknya masih akan terus terjadi di Kota Kediri dalam beberapa tahun ke depan. Pasalnya, hingga tahun ini saluran drainase di Kota Kediri belum bisa berfungsi secara normal. Dari ratusan saluran, hanya sekitar 60 persen saja yang tidak tersumbat.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Yono Heryadi melalui Kepala Bidang Bina Marga I Made Dwi Permana mengatakan, sistem drainase di beberapa titik dalam kota masih harus memutar sebelum menuju ke muaranya.

Seperti di timur Sungai Brantas yang dilintasi rel kereta api (KA), yang menyebabkan saluran menuju Sungai Brantas terbatas.

“Jadi mulai 2023 kemarin kita bisa menambah crossing yang di bawah rel kereta api di Jl Pattimura, Sriwijaya, dan Hasanudin,” beber Made.

Namun, diakui Made, pembangunan tiga titik crossing itu belum sepenuhnya bisa mengurai air di sisi timur.

Selain di Pattimura, air di sisi timur masih mengumpul karena tembusan di bawah rel yang terbatas.

Setidaknya dengan tambahan saluran crossing itu, menurut Made baru bisa mengurai problem air yang berkumpul di sisi timur rel.

Termasuk di antaranya yang sering menjadi langganan banjir di Pattimura, Joyoboyo, dan Kilisuci.

“Kami mulai mengurai dan membagi arah aliran mana yang sudah ada tembusan ke barat sehingga bisa langsung kita buang ke Sungai Brantas,” sambungnya.

Di sisi lain, meski saluran air sudah tersambung di sisi timur dan barat rel kereta, kondisi eksisting di hilirnya diakui Made belum maksimal.

Dimensi yang berbeda menyebabkan terjadinya bottle neck di sisi barat.

“Jadi kita evaluasi lagi untuk perbaikan-perbaikan seperti yang beberapa kali disampaikan Bapak Plt juga (Plt Kepala Dinas PUPR Yono Heryadi, Red), kami usahakan mempercepat pembangunan sudetan ke Sungai Brantas,” beber Made.

Saat ini, sedikitnya ada delapan sudetan ke Sungai Brantas dari sisi timur. Termasuk di antaranya, tiga sungai besar. Yakni, Sungai Kresek, Sungai Parung, dan Sungai Tawang.

Adapun di Kota Kediri, terdapat ratusan saluran air yang terletak di hampir semua jalan. Dinas PUPR membaginya ke dalam beberapa zona sistem drainase.

Sedikitnya, ada lima zona yang kerap muncul genangan selama musim hujan. Meliputi daerah Reco Pentung, Jl Hasanudin, Jl Veteran, lingkungan Lirboyo, dan Campurejo.

“Karena memang aliran kita semua terpusat di sana. Seperti dari Semen itu pusatnya ke Campurejo, Lirboyo, Veteran. Tetap arahnya ke sana. Jadi juga kita coba yang di Campurejo bisa dibelokkan ke Pojok untuk langsung ke Kali Kedak, nggak harus masuk ke Veteran,” terangnya mencontohkan upaya PUPR mengurai problem limpahan air di jantung kota.

Selain tantangan konektivitas, budaya dan perilaku masyarakat juga menjadi tantangan besar.

Dari seluruh saluran air yang ada, Made memperkirakan hanya 60 persen yang berfungsi normal. Sebagian mengalami penyempitan karena adanya bangunan di sekitarnya.

“Yang akhirnya kita terbentur lagi dengan warga. Ketika kita berusaha mengembalikan kondisi saluran seperti yang awal, kita kesulitan karena beberapa ruas sudah penuh sama bangunan,” urainya.

Belum lagi pesatnya perkembangan kota membuat daerah resapan semakin berkurang. Sehingga, air hujan seluruhnya mengarah ke jalan dan saluran air.         

Masih minimnya pemahaman masyarakat tentang menjaga lingkungan juga nampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab.

Misalnya, mereka membangun oprit di bahu jalan hingga menutup inlet drainase. Akibatnya, limpahan air hujan di jalan terhambat untuk menuju saluran sehingga menimbulkan banjir.

 “Akhirnya beberapa kita surati untuk perbaikan opritan itu. Bukan yang menutup ke bahu jalan (tempat inlet drainase). Melainkan dibuat selandai mungkin tapi dia tidak menutup di bahu jalan,” tandasnya.

 Baca Juga: Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat Perempuan yang Mengapung di Bendungan Gerak Waruturi Kediri

Lima Daerah Langganan Banjir:

-Perempatan Reco Pentung yang meliputi Jl Kilisuci, Jl Joyoboyo, Jl HOS  Cokroaminoto

-Kawasan timur rel kereta api di Jl Hasanudin

-Wilayah barat sungai di Jl Veteran

-Lingkungan Kelurahan Lirboyo

-Kelurahan Campurejo yang menjadi jalan air ke Kali Kedak

 

Pemicu Banjir di Kota Kediri:

-Dari ratusan saluran air di Kota Kediri hanya sekitar 60 persen yang berfungsi normal

-Banyak saluran drainase yang tertutup sampah karena perilaku abai masyarakat

-Banyak saluran drainase yang tertutup bangunan warga hingga sulit untuk dinormalisasi

-Perilaku warga yang membangun oprit di bahu jalan hingga menutup inlet drainase dan air menggenang di jalan raya

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #saluran air #banjir 30 menitan #jawapos #kota kediri