Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sungai Brantas Hantam Warung Kopi di Manisrenggo Kota Kediri

Ayu Ismawati • Sabtu, 30 November 2024 | 04:43 WIB

MELUAP: Seorang warga di Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota Kediri membersihkan material bambu dekat warung yang terseret sungai Brantas kemarin.
MELUAP: Seorang warga di Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota Kediri membersihkan material bambu dekat warung yang terseret sungai Brantas kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Perahu tradisional yang menjadi transportasi sungai Brantas di Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota harus berhenti beroperasi, kemarin. Itu setelah debit air mengalami peningkatan sejak Kamis (28/11) malam.

Besarnya volume air dari Sungai Brantas itu menghantam warung kopi yang berada di dekat tambangan. Untungnya, warung itu sudah tidak berpenghuni. “Yang jualan di warung itu sudah pindah ke atas,” ujar Saiful, warga setempat yang menjadi awak perahu penyeberangan. 

Dia datang ke lokasi tambangan untuk melihat kondisi perahunya yang berhenti beroperasi dan diparkir di tepi sungai Brantas. Meningkatnya volume air di Sungai Brantas itu terjadi sejak Kamis malam (28/11). 

“Saya sejak jam 10 malam belum pulang, mantau perahu,” ungkapnya. Dia mengatakan, derasnya arus air Sungai Brantas itu menyebabkan para pekerja khawatir perahu ikut hanyut. Sebab, jembatan penghubungnya juga sudah hanyut akibat diterjang arus dan sampah-sampah yang terbawa air.

Baca Juga: Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat Perempuan yang Mengapung di Bendungan Gerak Waruturi Kediri

“Malam sampai pagi itu airnya terus naik. Sampah-sampah eceng gondok dan kayu juga hanyut. Akhirnya nyantol di sesek dan terus rusak kebawa air,” bebernya, yang kemarin pagi mulai mengaitkan tali di badan perahu agar tidak hanyut.

Akibat luapan Sungai Brantas tersebut, penyeberangan tradisional terpaksa ditutup total. Ada empat perahu penyeberangan yang berhenti beroperasi sepanjang Kelurahan Manisrenggo hingga Kelurahan Ngronggo itu. 

“Lumayan banyak yang kecele. Apalagi anak-anak sekolah sama orang proyek yang setiap hari sering lewat sini,” tandas Saiful.

 Meningkatnya debit sungai juga nampak di sekitar Jembatan Brawijaya. Area terbuka di sisi barat Sungai Brantas atau yang kerap disebut Dermaga Brantas itu juga terendam. Menyebabkan area yang kerap dijadikan tempat masyarakat bersantai tertutup air.

Meningkatnya debit Sungai Brantas tak lepas dari kondisi cuaca yang saat ini sudah memasuki musim penghujan. Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dhoho Rendi Lucky Hartanto mengatakan, terjadi peningkatan curah hujan dari beberapa hari sebelumnya. Khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Hal ini karena adanya pusat tekanan rendah seminggu ini di wilayah Jawa Timur sehingga menarik massa udara basah yang menimbulkan pertumbuhan awan konvektif,” terang Rendi.

Pertumbuhan awan konvektif itu dikenal kerap menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kemudian ada siklon tropis Robyn di wilayah Samudera Hindia beberapa hari ini juga semakin meningkatkan kelembaban udara. 

“Sehingga curah hujan di wilayah Jawa Timur meningkat dan membuat debit air Sungai Brantas meningkat,” terangnya sembari menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di Kediri Raya dalam beberapa hari ke depan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#manisrenggo #sungai brantas #warung kopi #tambangan #kota kediri