KEDIRI, JP Radar Kediri- Seorang pemancing dikejutkan oleh mayat perempuan yang mengapung di Bendungan Gerak Waru Turi, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Ditemukan dalam kondisi telungkup dan sudah membusuk, mayat yang belum diketahui identitasnya itu tersangkut di pintu air dan berada di tumpukan eceng gondok.
Penemuan mayat itu langsung dilaporkan ke petugas jaga Bendung Gerak Waru Turi. Bayu Prias Utomo, Security Bendungan Gerak Waru Turi mengatakan, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 18.00 pada Selasa (26/11).
"Saya langsung mengecek ke lokasi. Dan benar ada mayat," jelasnya. Dia lalu melaporkannya ke Polsek Gampengrejo. Berikutnya diteruskan ke BPBD Kabupaten Kediri.
BPBD yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan asesmen. Hasilnya, tim di lapangan harus menggunakan perahu karet karena posisi jasad berada di tengah. Pada proses evakuasi, tim penyelamat sempat mengalami kesulitan. Mereka hampir terseret arus di pintu bendungan.
Baca Juga: Kecemasan Warga di Grogol Kediri di Tengah Ancaman Tanggul Sungai Bendomongal Jebol
Heri Santoso Petugas BPBD Kabupaten Kediri mengatakan, proses evakuasi berlangsung dramatis. Sebab, arus Sungai Brantas sangat deras. Kondisi itu membuat petugas hampir terseret arus di pintu air bendungan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, saat proses evakuasi, tim yang menggunakan perahu karet itu harus beberapa kali berputar. Mereka menyesuaikan arus agar bisa menepi sembari membawa mayat. Mayat perempuan tanpa identitas bisa dievakuasi setelah berjuang 1,5 jam.
Heri mengatakan, kondisi mayat sudah mengembung, walau demikian kulitnya masih kencang. Diperkirakan mayat tersebut berada di air sekitar dua hari.
"Hanya mengenakan pakaian dalam. Ciri-cirinya rambut pendek sebahu," jelas Heri. Setelah dievakuasi polisi lalu membawanya ke RS Bhayangkara untuk visum.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah