KEDIRI, JP Radar Kediri - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok yang overload tidak hanya diatasi dengan pembangunan TPA baru.
Melainkan pemkot juga berencana membangun tiga tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) tahun depan.
Untuk diketahui, rata-rata sampah yang terkumpul di Kota Kediri dan masuk ke TPA setiap hari mencapai 173 ton.
Untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) itulah, pemkot akan membangun tiga lagi TPS3R tahun 2025 nanti.
Untuk diketahui, kondisi TPA 1 dan 3 yang aktif menjadi tempat pembuangan akhir di Kota Kediri kini sudah overload.
Selain itu, lokasinya juga terdampak pembangunan Tol Kediri-Tulungagung. Karena itu, tahun depan Pemkot Kediri akan membangun TPA pengganti di lahan seluas enam hektare di kompleks TPA Klotok.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, upaya pengolahan sampah tidak hanya dilakukan di muaranya saja.
Melainkan juga dari hulunya dengan memaksimalkan fungsi bank sampah dan TPS3R.
“Rencananya di 2025 kita akan tambah jumlah TPS3R di tiga lokasi,” ujar Imam.
Pembangunan TPS3R itu rencananya akan dilakukan di Kelurahan Ketami dan Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren. Serta di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto. Pembangunan tiga tempat pengolahan sampah itu membutuhkan anggaran Rp 1 miliar.
“Kurang lebih Rp 1 miliaran untuk 3 TPS3R,” lanjut Imam tentang pembiayaan dari dana alokasi khusus (DAK) itu.
Selain tambahan tiga TPS3R tahun depan, saat ini sudah ada delapan lokasi TPS3R di Kota Kediri. Diakui Imam, operasional delapan TPS3R itu efektif untuk mereduksi timbulan sampah hingga 10-15 ton perharinya.
“Dengan pembangunan tiga TPS3R itu ditargetkan bisa mengurangi sampah yang masuk TPA antara 4-8 ton per hari,” beber Imam tentang kapasitas pengolahan sampah di tiga lokasi TPS3R tahun depan.
Seperti delapan TPS3R lainnya, menurut Imam konsep tiga lokasi TPS baru tahun depan akan tetap sama.
Yakni, dengan ikut memberdayakan masyarakat sekitar sebagai kelompok swadaya masyarakat (KSM).
“KSM itu yang akan mengelola sampah dari lingkungan sekitar TPS,” tandasnya.
Seperti diberitakan, kondisi TPA 1 dan 3 yang masih aktif saat ini sudah nyaris overload. Dari titik nol awal TPA, ketinggian sampah diperkirakan sudah mencapai 20 meter.
Untuk itu, pemkot akan membangun TPA darurat yang berada sekitar 100 meter dari TPA aktif. Lahan seluas enam hektare yang sudah disiapkan itu berada di sisi barat TPA 2 yang nonaktif.
Informasi yang diterima koran ini, proyek fisik akan segera dimulai tahun depan atau pada Juli 2025 mendatang. Dengan begitu, TPA pengganti itu sudah selesai dibangun dan siap beroperasi di akhir 2025.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah