Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kompensasi Proyek Tol Kediri-Tulungagung Molor, Pemkot Kediri Bangun TPA Darurat Tahun Depan

Ayu Ismawati • Selasa, 19 November 2024 | 16:23 WIB
Sejumlah pemulung mengambil sampah di TPA 3 Klotok. Tahun depan pemkot akan membangun TPA pengganti secara mandiri setelah kompensasi dari Tol Ki Agung molor.
Sejumlah pemulung mengambil sampah di TPA 3 Klotok. Tahun depan pemkot akan membangun TPA pengganti secara mandiri setelah kompensasi dari Tol Ki Agung molor.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Harapan Pemkot Kediri untuk mendapat kompensasi berupa tempat pembuangan akhir (TPA) dampak dari proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tahun depan meleset.

Merespons molornya kompensasi tersebut, pemkot berencana membangun TPA darurat tahun 2025 nanti.   

Pembangunan TPA ‘darurat’ itu dilakukan karena TPA 1 dan TPA 3 yang sekarang aktif sudah tidak bisa lagi menampung sampah baru alias overload.

Sebelumnya, pembangunan proyek TPA itu dijanjikan akan dilakukan oleh pemrakarsa Tol Ki Agung.

Pembangunan TPA dilakukan sebagai kompensasi area TPA 1 dan 3 di Kelurahan Pojok, Mojoroto yang terdampak proyek tol.

Rupanya, lokasi TPA tersebut tidak terdampak proyek tol bandara. Melainkan terdampak akses tol Ki Agung.

Sehingga, pembangunannya tidak mendesak dilakukan tahun ini. Karena itu pula, pembangunan kompensasi TPA juga mengikuti pembangunan tol yang pembebasan lahannya belum tuntas itu.

“Ini yang membuat pembangunan TPA ikut molor,” kata sumber koran ini.

Masih menurut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan itu, Pemkot Kediri akan mengawali pembangunan TPA secara mandiri dan bertahap.

Selanjutnya, pemrakarsa tol akan melanjutkan pembangunan TPA.

“Walaupun (pemkot, Red) membangun mandiri, tidak berarti yang dari pemrakarsa tidak jadi membangunkan. Mereka hanya memundurkan jadwal, sementara pemkot tidak bisa menunggu lagi,” lanjutnya.

Untuk diketahui, TPA kompensasi proyek tol sebelumnya  mengusung konsep zero waste to landfill.

Dengan begitu, pengolahan sampah di tempat terakhir itu sudah tidak akan menyisakan residu sampah yang menggunung.

Untuk mewujudkan itu, pemrakarsa sudah menyiapkan konsep yang besar. Di antaranya mencakup pembangunan factory, perkantoran, hingga gudang.

Pembangunan sementara oleh pemkot pun rencananya akan mengadopsi sebagian konsep tersebut.

“Mungkin hanya seperempat atau sepertiga dari rencana itu. Kalau dilakukan semuanya, anggarannya terlalu besar,” beber sumber koran ini terkait penyesuaian pembangunan dengan kemampuan penganggaran Pemkot Kediri itu.

Untuk diketahui, rencana pembangunan TPA 4 tahun depan kemarin dicek oleh Pj Wali Kota Kediri Zanariah. Dia mendatangi TPA yang ada di lereng Gunung Klotok itu bersama sejumlah pejabat.

Mulai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heriyadi.

Imam yang dikonfirmasi tentang kunjungan Zanariah kemarin menyebut, orang nomor satu di Pemkot Kediri itu memastikan lokasi yang akan dibangun TPA pengganti tersebut.

“Untuk lahan pengganti sekitar 6 hektare sudah siap,” ujar Imam terkait lahan yang masih berada di kompleks TPA Klotok. Tepatnya, di sisi barat TPA 2 yang sudah dinonaktifkan.

Untuk diketahui, urgensi pembangunan TPA 4 ini tidak hanya dari kondisi TPA 1 dan 3 yang sudah overload. Melainkan juga timbulan sampah di Kota Kediri per harinya yang rata-rata mencapai 140 ton.

Untuk mengurai persoalan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, rencananya TPA pengganti akan mengusung konsep baru. Yakni, tidak lagi sanitary landfill melainkan akan mengadopsi konsep zero waste to landfill. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

         

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kompensasi #proyek tol kediri-tulungagung #jawapos #TPA Darurat