Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kelas Rusak, Siswa SDN Pare 5 Kediri Harus Belajar Lesehan di Perpus

Emilia Susanti • Senin, 18 November 2024 | 16:52 WIB
Puluhan siswa kelas V SDN Pare 5 belajar lesehan di ruang perpustakaan karena kelas mereka rusak tertimpa pohon beringin pada Selasa (29/10) lalu.
Puluhan siswa kelas V SDN Pare 5 belajar lesehan di ruang perpustakaan karena kelas mereka rusak tertimpa pohon beringin pada Selasa (29/10) lalu.

JP Radar Kediri - Perpustakan di SDN 5 Pare yang biasanya hanya ramai saat jam istirahat, riuh rendah pada Kamis (14/11) lalu. Meski sudah lewat jam istirahat, puluhan anak tetap berada di ruangan itu.

Saat didekati, mereka tidak sedang membaca buku-buku koleksi perpustakaan. Dengan meja lipat di depannya, anak-anak menyimak penjelasan guru yang sedang fokus menulis di papan tulis.

Ya, perpustakaan SDN Pare 5 memang beralih fungsi. Tepatnya sejak tiga ruang kelas di sana rusak tertimpa pohon beringin raksasa di halaman sekolah.

Siswa kelas V mendapat jatah menempati ruang perpustakaan sebagai kelas sementara.

Sejumlah rak buku yang biasanya ditata di dalam ruangan itu dipinggirkan. Sebagai ganti bangku, pihak sekolah membeber tikar. Selama seminggu terakhir, sebanyak 30 anak belajar lesehan di sana.

“Awalnya di sini dipasang bangku dan kursi, tapi ternyata malah sesak. Makanya, anak-anak bawa meja sendiri (dan lesehan, Red),” kata Wali Kelas V Liling Nuryefi Rinjantina.

Perempuan yang sehari-hari berjilbab itu bersyukur, orang tua siswa juga mendukung. Mereka menyepakati pembelajaran darurat dilangsungkan di ruang perpustakaan.

"Belajar di ruang perpustakaan ini sudah komunikasi dengan wali murid," lanjutnya mengakui pemakaian perpustakaan untuk belajar anak-anak itu merupakan inisiatifnya.

Sebenarnya masih ada ruang kosong yang bisa jadi tempat belajar. Hanya saja, setelah dicek ternyata terlalu sempit untuk digunakan.

"Alhamdulillah antusias belajar anak-anak masih tinggi," lanjut wanita yang akrab disapa Ling ini.

Meski demikian, diakui Ling ada beberapa perbedaan ketika belajar di kelas reguler dan sekarang. Anak-anak yang menempati ruang perpustakaan itu mengaku gerah.

Tetapi itu sangat wajar. Pasalnya, ruang kelas mereka sebelumnya jauh lebih luas. "Jadi saya bilang ke anak-anak yang punya kipas portable dibawa saja. Karena di dalam ruangan memang panas," akunya.

Tak hanya panas, belajar dalam kondisi duduk terlalu lama juga jadi kendala bagi anak-anak. Asti Aulia Budi Arum, salah satu siswi kelas 5 mengaku kakinya sering pegal karena harus duduk dengan posisi kaki menekuk dalam waktu lama.

"Duduknya kan bersila terus, pas dilurusin itu sakit. Sama panas," ungkapnya malu-malu.

Selebihnya, menurut Asti tetap ada sisi positifnya. Yakni, saat ingin membaca buku dia tinggal mengambil di rak yang dekat.

Sebab, mereka memang belajar di ruang perpustakaan. "Ya saya selalu pesan kalau ambil buku dikembalikan ke tempatnya," sahut Ling lagi.

Seminggu lebih belajar di kelas darurat, Ling dan anak-anak mengaku tidak mendapati masalah yang besar. Mereka hanya berharap agar kelas rusak di SDN Pare 5 bisa segera diperbaiki.

Sehingga, anak-anak bisa kembali belajar di kelas reguler mereka. "Semoga cepat diperbaiki," harap Ling.

Untuk diketahui, bencana pohon tumbang yang terjadi akhir Oktober lalu membuat tiga ruang kelas di sana rusak. Pihak sekolah memasang tali rafia agar anak-anak tidak masuk ke area kelas rusak demi keselamatan bersama.

"Dua ruangan di sebelahnya itu nggak apa-apa. Tetapi namanya anak-anak, biasa bermain atau lari-lari, takutnya nanti kenapa-kenapa. Karena ada kaca pecah, kayu-kayu, genting, kaca, atau paku," jelas Kepala Sekolah SDN 5 Pare Joko Rusdikari.

Joko memastikan, pembelajaran di perpustakaan itu hanya sementara. Sembari menunggu perbaikan, Joko berencana menggunakan satu ruangan di ujung yang berdekatan dengan ruang kelas.

Pemindahan akan dilakukan setelah ruangan tersebut dipastikan aman untuk anak-anak. Ada satu ruangan lagi, nanti bisa dibersihkan dan dipakai," paparnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #belajar lesehan #SDN Pare 5 #kelas rusak #jawapos #siswa sd