KEDIRI, JP Radar Kediri- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Jl Brawijaya. Para pedagang yang berjualan di sana diberi opsi untuk pindah ke area Taman Brantas.
Namun, hingga kemarin baru 10 lapak saja yang mau pindah ke sana.
Sesuai aturan, disperdagin melarang PKL berjualan di Jl Brawijaya hingga pukul 17.00. Artinya, ruas jalan tersebut steril dari pedagang sejak pagi hingga sore hari.
Alternatif lokasi pemindahan yang bisa dipakai adalah Taman Brantas. Namun, dari total 35 pedagang di sepanjang Jl Brawijaya, hingga kemarin baru 10 pedagang saja yang mau pindah.
Siti Muslimah, 52, salah satu pedagang yang kemarin pindah ke Taman Brantas menyebut omzetnya langsung turun drastis.
Berjualan sejak pukul 09.00 hingga pukul 14.00 di Jl Brawijaya, biasanya Siti bisa mendapat omzet hingga Rp 200 ribu.
Namun, di Taman Brantas dagangannya sepi pembeli. “Turun drastis. Hari ini baru mendapat Rp 25 ribu,” aku Siti.
Berjualan di dekat SDK Santa Maria, pembeli dagangan minuman Siti memang siswa di sekolah tersebut. Karenanya, dia juga tidak berjualan sampai sore.
Melainkan, lapaknya langsung tutup setelah siswa di SD tersebut pulang. “Kalau sekolahnya libur ya nggak jualan di sana,” lanjut perempuan asal Kelurahan Bandarlor, Mojoroto itu.
Dengan pindah ke Taman Brantas, Siti harus mencari pelanggan baru.
Dia juga mendapat tantangan karena harus menyewa jasa orang untuk mendorong gerobak dari tempat penitipan di Jl Brawijaya ke Taman Brantas. Ongkos gerobak sekali jalan Rp 15 ribu.
Tantangan lainnya, Siti harus berdamai dengan cuaca. Jika hujan turun, dia memilih pulang karena sepi pengunjung.
“Sebenarnya boleh jualan sampai malam tapi kemarin sore (12/11) sudah buyar semua karena hujan,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan oleh Prio Agung. Penjual bakso yang sudah berjualan di Jl Brawijaya sejak 2019 lalu itu juga ikut pindah ke Taman Brantas.
“Dibandingkan di sana (Jl Brawijaya, Red) ya jauh banget (perbedaan omzet, Red). Di sini kan istilahnya lahan baru. Di sini baru laku satu mangkok itu loh dari pagi,” akunya ditemui sekitar pukul 13.00 kemarin.
Sebelumnya di jam yang sama, dia sudah bisa meraup omzet hingga Rp 300 ribu dari penjualan bakso.
Karenanya, Prio memutuskan untuk berdagang kembali di Jl Brawijaya mulai pukul 17.00 hingga malam hari.
“Firasatku ini tadi juga mbleset. Katanya hari ini (kemarin, Red) ramai kunjungan anak sekolah, ternyata semua pada bontot (membawa bekal, Red) kabeh. Jadi nggak ada yang mampir,” keluh pria yang telanjur menambah stok bakso dagangannya itu.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan, larangan berjualan di Jl Brawijaya hanya diterapkan mulai pagi hingga siang.
Dengan begitu, PKL diberikan solusi untuk pindah ke Taman Brantas. Solusi lainnya dengan berjualan di tempat yang sama di malam hari, pindah ke lokasi lain, hingga pindah ke pasar.
“Bagi yang masih tetap berjualan, dengan terpaksa harus kami tertibkan. Karena sebelumnya sudah ada sosialisasi sejak sebelum November,” terang Wahyu sembari menyebut pihaknya sudah memberi dispensasi waktu 10 hari bagi PKL untuk menginformasikan pelanggannya.
Wahyu menegaskan, penertiban itu menindaklanjuti komitmen Pemkot Kediri dan Polres Kediri Kota untuk menciptakan kawasan tertib lalu lintas.
Selain itu juga merujuk pada Perwali No. 37/2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Kota Kediri Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
“Ditambah ini juga hasil rekomendasi dari dewan bahwa untuk relokasi PKL ditempatkan di taman-taman. Karena belum ada sentra kuliner,” sambung Wahyu sembari menyebut disperdagin akan memperluas lokasi berjualan PKL di taman-taman.
Disperdagin, kata Wahyu, juga akan melakukan pembinaan PKL bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
“Tenda dan paving on progress. Nanti sambil memperbaiki tempat yang ada, area akan diperluas untuk menampung PKL-PKL di jalan lain yang juga untuk kawasan tertib lalu lintas,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah