KEDIRI, JP Radar Kediri-Kesibukan warga Dusun Bakalanlor, salah satu dusun di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, tak seperti biasanya siang itu.
Tidak lagi bekerja di ladang seperti hari-hari sebelumnya. Melainkan berada di tepi sungai. Membenahi tanggul yang jebol akibat luapan air di Sungai Bendomongal Senin malam lalu (11/11).
Sebagian lagi ada di perkampungan. Bergotong-royong bersih-bersih rumah. Membersihkan rumah-rumah dari tumpukan lumpur yang tersisa dari banjir itu.
“Biasanya (bekerja) di sawah, karena petani. (Tapi) ini harus bersih-bersih (rumah),” ucap Marjono, yang bersama warga yang lain mencangkuli lumpur yang menumpuk.
Rumah Marjono yang paling parah terdampak banjir. Beberapa bagian rumah temboknya jebol. Di ruang tamu, kamar, dan dapur. Tak mampu menahan terjangan air bah yang datang tiba-tiba.
Kerasnya terjangan air karena rumah Marjono paling dekat dengan lokasi sungai yang jebol. Tanggul itu tepat berada di depan tempat tinggalnya itu.
“Otomatis air masuk rumah dengan deras. Tembok yang tak kuat menahan langsung jebol,” terangnya, di sela-sela upayanya membersihkan rumah.
Kerusakan juga terjadi di rumah milik tetangganya, Kardio. Lokasinya di bagian dapur.
“Mara-mara mak breek..(tiba-tiba mak breek)! Pas saya lihat tembok dapur amblek,” kenang lelaki yang bekerja sebagai tukang servis peralatan elektronik ini.
Menurutnya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 21.00. Dua jam setelah tanggul jebol. Dia baru saja mengantarkan istrinya, Winarni, dan dua anaknya mengungsi.
Usai mengantarkan istri dan anaknya ke rumah warga yang tidak terdampak banjir, Kardio kembali lagi.
Niatannya berkeliling, melihat tetangga sekitar rumah. Kalau-kalau ada yang belum mengungsi. Saat itulah dia menyaksikan tembok dapurnya ambruk.
“Posisi pas berjalan di belakang rumah,” ceritanya.
Tak hanya tembok ambrol saja kerugian yang dia derita. Beberapa barang miliknya juga hanyut. Sebagian dikembalikan warga setelah ditemukan. Sebagian lagi tak tahu di mana rimbanya.
“Dua tabung elpiji (ukuran tiga kilogram) juga sempat terbawa banjir. (Untung) ditemu warga dan dikembalikan,” sambung Winarni, yang menyebut ketinggian air saat itu mencapai satu meter.
Sementara, yang hilang justru benda berukuran besar. “Dua mesin cuci servisan juga hilang,” imbuh Kardio sambil menatapi kondisi rumah yang masih kotor.
Demikian pula dengan seragam, buku, dan peralatan sekolah milik anaknya, Muhammad Amin Bastomi.
Semuanya basah jadi korban banjir. Membuat bocah keluas dua SMP tersebut harus absen sekolah untuk sementara waktu.
“Ini airnya baru bersih. Jadi baru bisa nyuci hari ini. Buku-bukunya juga saya jemur. Untung masih bisa dipakai. Cuma ada satu buku paket yang parah, sama buku tulisnya,” urai Winarni.
Bagian tembok yang bolong dia tutup dengan terpal. “Karena anak-anak takut kalau mau ke belakang,” lanjut wanita 47 tahun, yang mengaku saat kejadian tak bisa tidur karena air meninggi lagi ketika dini hari tersebut.
Beda lagi dengan kerugian yang dirasakan Agus Setiawan. Kolam lele pria ini jebol. Membuat ikan piaraannya habis tersapu banjir.
“Ada sekitar tiga ribuan (ekor lele), hanyut semua,” keluhnya.
Waktu banjir terjadi, Agus tak berada di rumah. Menjemput kerabatnya di Pasar Ngronggo, Kota Kediri.
Ketika sampai di rumah, betapa terkejutnya dia melihat air yang sudah membanjir dusunnya.
Melihat itu, pertama kali melintas di benaknya adalah nasib kedua orang tuanya. “Bapak ibu sudah sepuh.
Bapak umur 70-an tahun dan tidak bisa berjalan. Sedangkan ibu juga sudah 60-an tahun,” ucap pria 46 tahun ini.
Untungnya, kedua orang tuanya itu sudah diselamatkan tetangga. Membuatnya merasa lega.
Tapi, ketika pagi, dia baru tahu bila banjir tersebut merusak kolam ikan lele milkinya. Waktu dia hendak pergi kerja bakti bersih-bersih lingkungan. Tepian kolanya ambrol. Ikannya pun hilang semua.
“Kerugiannya bisa Rp 2 juta lebih. Ukurannya sudah sak jempol (sebesar ibu jari, Red),” keluhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah