Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Pencari Ikan Asal Kediri yang Selamatkan Nyawa Bocah Hanyut di Sungai

Novanda Nirwana • Rabu, 6 November 2024 | 18:02 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Masih terbayang di benak Aan Setiawan saat Selasa siang (29/10) itu. Ketika sedang bersantai di kamar, bersama sang istri.

Hawa panas membuatnya gerah. Memantik keinginannya untuk pergi ke Sungai Brantas. Mencari ikan.

Pria ini pun mengambil paser atau tembak ikan. Kemudian menstarter sepeda motornya.

Tanpa rencana, dia pun melaju ke sungai yang berada di Dusun Tempursari, Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo. 

“Padahal saya jarang menembak ikan di sana. Mungkin sudah sekitar satu tahunan tak ke tempat itu.Tapi tak tahu kok tiba-tiba saya ke sana,” aku pria yang juga penjual peralatan paser ikan ini.

Dari rumahnya, di Desa Surat, tempat itu juga tidak terlalu jauh. Hanya sekitar satu kilometer saja. Karena itu, tak berselang lama dia sudah sampai tujuan.

Begitu tiba, Aan segera memarkirkan sepeda motornya. Saat itu, dia melihat ada seorang pemancing dan empat bocah yang bermain air di tepi Sungai Brantas.

Anehnya, ketika melihat anak-anak itu bermain air, sempat terucap kekhawatiran dari mulutnya. “Beh, bocah kae kok adus ndek kono.

Ngko lak keli piye (wah, bocah itu kok mandi di sana. Nanti kalau hanyut bagaimana, Red)?” ucapnya, mengulang gumamannya saat itu.

Kekuatirannya itu ternyata menjadi kenyataan. Beberapa saat kemudian ada suara teriakan dari salah seorang bocah. 

Dengan kata-kata minta tolong. Sontak, Aan mencari asal suara. Dan didapati dua anak hanyut. Tapi, yang seorang tersangkut jaring pemancing.

Perhatiannya terarah pada bocah yang terseret arus sungai. Dia pun berpikir matang bagaimana caranya menolong sang bocah.

Sebab, bila dia memutuskan masuk ke air dan berenang, ada kemungkinan dia juga terseret arus yang deras.

Akhirnya, dia memilih memanfaatkan paser ikannya. Menembakkan tombak bertali ke arah hanyutnya si bocah. Beberapa meter di depan posisi si anak.

Setelah itu dia berteriak memberi aba-aba. Agar sang bocah menggapai tapi yang telah dia tembakkan. Kemudian memegangnya dengan erat.

“Tarik, tarik, cepet taline cekelen (tarik, tarik, cepat pegang talinya, Red),” terikanya kala itu, memberi perintah.

Nasib baik pun muncul. Si anak berhasil meraih tali yang panjangnya 50 meter tersebut. Kemudian, dia meminta agar anak yang hanyut tersebut menarik tali sekuat tenaga.

Sebelum memutuskan menembakkan paser ikan, Aan yakin tali itu kuat. Karena bisa menarik beban hingga 68 kilogram. Karena itulah dia yakin tidak putus ketika digunakan menolong.

Justru, yang dia takutkan bila mata tombak justru mengenai tubuh anak yang hendak dia tolong. Karena itu, sebelum beraksi dia memilih memvideokan dulu.

 “Sebelum saya tembak itu saya video dulu buat bukti. Takutnya tembak saya mengenai badan anak itu dan terjadi apa-apa nantinya saya yang salah,” dalih pria dua anak itu.

Setelah berhasil menolong si anak yang hanyut, dan menaikkan ke permukaan, dia pun segera mengingatkan agar tak bermain di sungai.

Menurutnya, sebelum kejadian itu, anak-anak tersebut sudah diperingatkan oleh pemancing yang kebetulan ada di situ. Tapi peringatan tersebut tak digubris.

“Namanya juga anak-anak, kalau sudah senang kan ngga bisa dikasih tau, anak saya juga gitu,” ucapnya.

Tiga hari setelah kejadian, Aan didatangi oleh orang tua anak tersebut. Selain berterima kasih, mereka juga berniat memberi imbalan uang. Namun, Aan menolak. Menurutnya, niatnya adalah menolong tanpa pamrih.

“Saya ikhlas menolong, ngelingono sok aku yen kesulitan enek sing nulung (sebagai pengingat agar bila saya kesulitan ada yang menolong, Red),” tandasnya.

Sebenarnya, bukan sekali itu Aan menolong orang hanyut. Dia juga pernah melakukannya setahun lalu. Namun, kala itu yang dia tolong tersebut seorang pria di Sungai Minggiran.

Peralatan yang dia gunakan juga sama, paser ikan. “Kalau nggak saya tolong mungkin mati (orang) itu. Sekarang malah jadi kayak teman. Setiap hari raya juga ke sini,” jelasnya.(fud)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #selamatkan #pencari ikan #hanyut #jawapos