KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus begal payudara yang terjadi di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto cukup mencengangkan. Dalam waktu tiga minggu terakhir, pelaku begal payudara sudah beraksi sebanyak empat kali di sekitar sepanjang Jalan Wahid Hasyim Gang 5 Kelurahan Bandarlor.
Yang membuat miris, pelaku belum juga terungkap dan para korbannya tidak melapor ke polisi. Aksi pelaku baru sekali terekam CCTV. Tiga kejadian sebelumnya tidak terekam. Tapi kejadiannya juga di sekitar gang Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Bandarlor, Mojoroto.
Hal itu diungkapkan Ketua RT 18 Kelurahan Bandarlor Wahyu Faisal, keterangan warga di lingkungannya menyebutkan, kejadian di sekitar sudah keempat kalinya. “Korbannya sebagian besar anak pondok,” tambahnya.
Kuat dugaan jika pelakunya sama seperti yang ada di CCTV. Pelaku selalu beraksi menggunakan motor matic. Untuk keamanan dan kenyamanan warga di lingkungannya, Wahyu berharap pelaku bisa segera ditangkap. Sehingga tidak meresahkan warga.
Baca Juga: Tilang Bus Biang Kemacetan Semampir Kediri
Mendapat informasi adanya kejadian begal payudara, Polsek Mojoroto sepertinya tidak tinggal diam. Bahkan, menurut Wahyu, sudah dua hari ini polisi datang ke lokasi dan meminta keterangan kepada dirinya terkait dengan begal payudara tersebut.
Kapolsek Mojoroto Kompol Ernawan melalui Kanit Reskrim Polsek Mojoroto Iptu Heri Siswanto mengungkapkan, pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia juga berusaha untuk bertemu dengan korban namun korban enggan menemuinya. Ada kemungkinan korban juga masih trauma.
“Anggota kami masih terus melakukan lidik, semoga saja pelakunya bisa segera terungkap,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor vario berwarna putih tererkam CCTV melakukan kekerasan seksual terhadap santriwati. Peristiwa itu diketahui terjadi di jalan Wahid Hasyim gang 5, Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Rekaman video itu berdurasi 25 detik. Di video tersebut, santriwati yang disentuh bagian sensitif tubuhnya merasa kaget. Kejadian itu membuat korban dan temannya yang juga santri berlari dan kembali ke pondok pesantren.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah