Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri-Bencana angin kencang yang terjadi di Plosoklaten pada Kamis (31/10) lalu membuat puluhan rumah rusak.
Namun, berdasar asesmen yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, diputuskan hanya belasan di antaranya yang mendapat bantuan.
Untuk diketahui, sedikitnya ada 90 rumah yang rusak di Desa Pranggang, Plosoklaten. Lima rumah di antaranya rusak berat.
Sedangkan 83 unit lainnya rusak ringan dan sedang. Selain di Desa Pranggang, ada satu rumah di Desa Plosolor, Plosoklaten yang juga rusak parah.
Kerusakan rumah akibat bencana angin kencang juga terjadi di Desa Sempu, Ngancar. Di lereng Gunung Kelud itu, ada satu rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan tiga lainnya rusak ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, setelah melakukan penanganan awal seperti memotong pohon yang menutupi jalan dan rumah warga, mereka langsung melakukan pendataan dan asesmen.
“Kami (BPBD, Red) bersama perkim (Dinas Perkim, Red) melakukan pendataan dan asesmen,” ungkap Djoko.
Dari hasil asesmen tersebut, pemkab memberikan 15 paket bantuan untuk pemilik rumah. Bantuan senilai Rp 300 ribu itu berisi sembako seperti beras, minyak, gula, dan bahan makanan lainnya.
"Ada juga yang mendapat bantuan terpal. Tergantung bagaimana dampak yang dialami," lanjut Djoko terkait jenis bantuan yang diberikan mulai kemarin itu.
Bagaimana dengan puluhan korban angin kencang lainnya? Diakui Djoko memang tidak semua korban mendapat bantuan. “Kalau rusak ringan-ringan dan orangnya mampu (secara ekonomi, Red), kami harapkan bisa membenahi sendiri," terangnya.
Sementara itu, selain BPBD, Dinas Perkim Kabupaten Kediri juga turun ke lapangan untuk melakukan penilaian. Terutama untuk memutuskan pemberian bantuan material kepada korban terdampak bencana.
Lalu, berapa kepala keluarga (KK) warga yang akan mendapat bantuan perbaikan rumah? Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama melalui KAbid Permukiman Ainur Rozi menyebut, hingga kemarin timnya masih turun ke lapangan.
Baca Juga: Ironi! Warga Desa di Lereng Gunung Ini justru Lebih Sering Mengalami Kekeringan
“Kami melakukan penilaian rumah mana saja yang akan mendapat bantuan,” kata pria yang akrab disapa Rozi itu.
Lebih jauh Rozi menyebut, bantuan material dari perkim akan menyesuaikan tingkat kerusakan rumah. "Untuk bantuan nanti menyesuaikan kerusakan, saat ini kami masih melakukan penilaian," tandasnya.
Seperti diberitakan, memasuki musim hujan, bencana angin kencang sudah beberapa kali terjadi di Kabupaten Kediri.
Selain bencana di Plosoklaten, sebelumnya wilayah Kecamatan Pare, Kecamatan Papar, Kecamatan Kayenkidul, hingga Kecamatan Ngancar sudah lebih dulu disapu angin putting beliung tersebut.
Sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana angin kencang masih akan terjadi hingga Kamis (7/11) mendatang. Karenanya, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. (sad/ut)