KEDIRI, JP Radar Kediri- Bentrokan antar dua kelompok perguruan silat di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, pada Minggu (27/10) siang lalu berakhir damai. Itu setelah kedua pihak menjalani mediasi hingga dini hari kemarin. Kedua kelompok itu sepakat saling damai dan memberikan ganti rugi.
Mereka juga memberikan video klarifikasi agar tidak ada pihak lain yang turut terprovokasi. Damainya kedua kelompok perguruan itu diungkapkan Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto. “Iya betul ada (peristiwa bentrokan, Red). Namun keduanya sudah sepakat damai,” jelas perwira pangkat dua melati emas di pundak itu.
Informasi yang dihimpun koran ini, informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, sebelumnya, kedua kelompok dari arah selatan itu sempat bersitegang di wilayah Tulungagung. Kebetulan dari arah utara ada rombongan dari perguruan lain yang baru bubar berkegiatan.
Sekitar pukul 13.00, keduanya pun berpapasan di daerah Kecamatan Ngadiluwih. Di sana mereka bersitegang, dan akhirnya terjadilah bentrok antar dua kelompok itu. “Pada pukul-pukulan dan lempar helm sama batu bata,” terang Galuh Viranuari, 23, salah warga yang melihat kejadian itu.
Baca Juga: Stadion Brawijaya Kediri Akan Diperbaiki Besar-besaran Tahun Depan, tapi Masih Sekadar Usulan
Perempuan yang merupakan penjaga warung tersebut mengaku ketakutan. Tidak hanya dia, namun pengendara dari arah utara juga langsung berhenti di depan warung tersebut. Mereka menghindari aksi ricuh yang ada di depan mata mereka.Galuh mengatakan, walaupun sempat terjadi bentrokan, tidak sampai merusak warungnya. Dia berharap kejadian itu tidak lagi terulang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah