Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Jumlah Lekukan yang Ada di Jembatan Semampir Kota Kediri setelah Dilakukan Uji Beban

Ayu Ismawati • Kamis, 24 Oktober 2024 | 16:29 WIB
Sejumlah lekukan di Jembatan Semampir terlihat jelas saat pekerja dari BBPJN Jawa Timur-Bali melakukan uji pembebanan kemarin. Rencananya, jembatan yang dibangun sejak 1992 silam itu akan dibangun kem
Sejumlah lekukan di Jembatan Semampir terlihat jelas saat pekerja dari BBPJN Jawa Timur-Bali melakukan uji pembebanan kemarin. Rencananya, jembatan yang dibangun sejak 1992 silam itu akan dibangun kem

KEDIRI, JP Radar Kediri-Kerusakan konstruksi Jembatan Semampir semakin terlihat jelas. Secara kasat mata, setidaknya ada tiga lekukan di jembatan yang dibangun sejak tahun 1992 lalu itu.

Sehingga, jembatan yang menjadi tumpuan warga melintasi Sungai Brantas itu terlihat bergelombang.

Pantauan koran ini kemarin, sejumlah pekerja terlihat melanjutkan proses uji pembebanan atau loading test di Jembatan Semampir.

Sejatinya, setelah tes pembebanan dinamis selesai, para pekerja melanjutkan dengan uji beban statis.

Namun, tahapan itu belum bisa dilakukan karena rimbunnya eceng gondok di bawah jembatan dan masalah pada sensor saat pelaksanaan uji beban.

Karenanya, kemarin para pekerja fokus membersihkan eceng gondok sebelum uji statis hari ini (24/10).

“Harusnya hari ini (23/10) uji statis tapi ada kendala. Sensor-sensornya ada yang lepas sehingga kita harus mulai lagi untuk pasang sensornya,” ujar Pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Satiya Wardana.

Selebihnya, menurut Satiya pihaknya juga terkendala rimbunnya enceng gondok di bawah jembatan.

Meski sudah dibersihkan beberapa kali, enceng gondok yang terbawa arus air tetap terkumpul di sana. Akibatnya, beberapa sisi permukaan sungai sempat penuh dengan eceng gondok.

Lalu, apa hasil uji pembebanan dinamis di Jembatan Semampir? Satiya menolak membeberkannya.

Alasannya, hasil uji masih akan dikaji oleh tim ahli jembatan. Dia hanya menyebut uji dinamis sudah dilakukan dengan truk bertonase mencapai puluhan ton. “Percobaan pertama tonase 15 dan 30 ton,” terangnya.

Meski menolak hasil uji beban dinamis, Satiya mengakui jika kondisi Jembatan Semampir memang memerlukan perbaikan.

Indikasinya, kondisi fisik jembatan yang secara kasat mata nampak tidak rata. Terdapat lekukan di beberapa titik sehingga membuat permukaan jembatan nampak bergelombang.

“Jembatan ini ada pergerakan. Karena dulu juga pernah ada penambangan pasir. Pakai mesin dulu.

Pasti ada kaitannya dengan itu (kerusakan karena penambangan pasir, Red),” bebernya sembari menyebut pergeseran dan lendutan pada struktur jembatan itulah yang mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun kembali Jembatan Semampir.

Ditanya tentang konstruksi jembatan yang baru, Satiya juga belum bisa menyebut secara detail.

Alasannya, keputusan teknis terkait penggantian jembatan masih akan menunggu hasil uji pembebanan yang akan dilakukan hingga Minggu (27/10) nanti.

“Misalnya, apakah kondisinya seperti eksisting lama dengan hanya penggantian jembatan. Atau harus dilebarkan.

Kami masih menunggu hasilnya (uji pembebanan, Red),” tandasnya.

Untuk diketahui, jembatan vital yang berada di Kelurahan Semampir itu ditutup total sejak Senin (21/10) lalu.

Penutupan itu imbas sedang dilakukannya uji pembebanan oleh BBPJN Jatim-Bali. Penutupan total jembatan rencananya akan berlangsung selama satu minggu hingga 27 Oktober mendatang.

Setelah itu, jembatan yang akan dibangun ulang itu diportal atau dibatasi aksesnya hingga setidaknya Maret 2025.

Hanya kendaraan kecil saja yang diperbolehkan melintas. Kemudian, jembatan akan ditutup total kembali mulai Maret 2025 untuk selanjutnya dilaksanakan proyek fisik penggantian jembatan hingga 15 bulan berikutnya.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kediri #jembatan #jawapos #semampir #rusak