Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lansia Asal Gurah Meninggal Dunia saat Cukur di Ngasem Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 9 Oktober 2024 | 04:53 WIB
GEMPAR: Petugas saat mengevakuasi jasad Mariono di Desa tugurejo, Kecamatan Ngasem.
GEMPAR: Petugas saat mengevakuasi jasad Mariono di Desa tugurejo, Kecamatan Ngasem.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem dikejutkan dengan kematian Mariono. Pria asal Desa Kranggan, Kecamatan Gurah itu menghembuskan napas terakhir saat sedang cukur rambut sekitar pukul 19.00.

Lansia 64 tahun itu datang ke tempat pangkas rambut milik Amin di Desa Tugurejo, Ngasem sekitar pukul 18.30. Belum selesai dia mencukur rambutnya, Mariono tiba-tiba saja kejang. Melihat itu, Amin pemilik pangkas rambut panik lalu berteriak memanggil tetangga dan warga yang ada di dekat pangkas rambutnya. 

"Saat itu, saya sedang menonton televisi. Tiba-tiba dikabari ada orang kejang-kejang," aku Sriani, 53, warga yang rumahnya dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP).

Sriani pun datang bersama warga lainnya termasuk ketua RT. Mereka kemudian memeriksa denyut nadi Mariono. Ternyata sudah tidak berdetak. Warga pun akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi.

Baca Juga: Isak Tangis Warnai Penemuan Jasad Dua Bocah TK Tewas Tenggelam di Sungai Desa Mojoayu, Plemahan, Kabupaten Kediri 

Polsek Ngasem bersama tim inafis Polres Kediri yang menerima laporan tersebut tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.00. Mariono pun divisum. Kejadian itu membuat warga di sekitar kejadian menjadi ramai. Mereka penasaran dan ingin melihat kondisi Mariono yang sudah meninggal dunia tersebut. 

Terpisah, Kapolsek Ngasem Iptu Ardian Wahyudi membenarkan adanya peristiwa itu. Dia mengatakan, hasil pemeriksaan inafis dan bidan setempat, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dari hasil keterangan keluarga, Mariono mempunyai riwayat penyakit sesak napas dan hipertensi.

"Keluarga sudah ikhlas, dan menerima bahwa peristiwa itu merupakan musibah. Keluarga tidak ingin dilakukan visum," tandas perwira pangkat dua balok emas di pundak itu.(rq)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#inafis #meninggal dunia #polsek ngasem #ngasem #tkp #pangkas rambut #gurah