Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Kebakaran Melanda Kabupaten Kediri di Waktu Hampir Bersamaan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 6 Oktober 2024 | 19:15 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Dua kebakaran terjadi di waktu hampir bersamaan pada Jumat (4/10). Yaitu di Desa Kerep, Kecamatan Tarokan dan di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih.

Salah satunya bahkan harus memerlukan kerja keras tim pemadam kebakaran. Yang harus berjibaku selama 10 jam untuk menjinakkan si jago merah.

Kebakaran yang pemadaman apinya butuh waktu lama tersebut terjadi di gudang limbah kayu milik Lasimin, 51. Bara api beberapa kali terjadi di gudang yang berada di Desa Kerep tersebut.

Ini disebabkan karena bunga api sudah merembet ke bawah tumpukan limbah kayu, yang merupakan bahan bakar mesin pemanas padi. Hal itu menjadikan petugas kesulitan menjangkau api yang berada di bawah tumpukan limbah kayu setinggi lima meter.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat Lasimin bersih-bersih gudang limbah kayu pada pagi hari. “Dulu di sini juga bikin pelet dari limbah kayu, untuk bahan bakar. Tapi sudah lama berhenti,” jelas Lasimin, saat menunggu petugas damkar memadamkan api.

Saat bersih-bersih, lelaki ini juga membakar sampah di dekat tumpukan limbah kayu. Sebelumnya dia membuat parit kecil agar mencegah api merembet ke tumpukan kayu.

“Sudah saya buat sekat, jadi tidak khawatir,” kilahnya.

Lasimin juga menunggu api hingga padam. Setelah itu dia pergi. “Setelahnya saya tinggal ke pabrik (pengeringan padi),” terangnya.

Ternyata perkiraan Lasimin salah. Api belum sepenuhnya padam. Apalagi saat itu angin berembus kencang. Nah, diperkirakan karena tertiup angin maka api kembali menyala. Selanjutnya merembet mengenai tumpukan limbah kayu yang ada di dekatnya.

Sekitar pukul 13.00, api mulai membakar tumpukan kayu itu. Yang pertama kali mengetahui adalah anak Lasimin bernama Agus Mariyono, 36. Rumah lelaki ini memang dekat dengan gudang. Dia pun segera menghubungi petugas pemadam  kebakaran.

Ketika petugas damkar datang, api semakin membesar. Sebab, benda-benda di gudang memang sangat mudah tersulut api. Bara api juga dengan cepat merambat ke bagian bawah tumpukan pelet kayu. Sehingga, walaupun bagian atas basah, api yang berada di bawah terus menyala.

“Kami dibantu dari Damkar Nganjuk satu unit, dari kota dua unit. Sementara dari kabupaten juga mengerahkan dua unit,” terang Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono.

Penambahan unit mobil damkar tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika api di permukaan limbah sudah padam, bagian bawah tumpukan kembali menyala.

“Kalau tidak dipadamkan, bisa merembet ke bangunan lainnya, bisa kena pemukiman warga,” terang Kaleb.

Pantauan koran ini, hingga Jumat malam, sekitar pukul 23.00, api belum juga padam. Ada satu ekskavator yang juga membantu proses pemadaman. Dengan mengangkati sisi atas limbah kayu, agar petugas pemadam bisa memadamkan bara api yang ada di bawah tumpukan.

Terlihat mobil damkar beberapa kali hilir mudik untuk mengambil air yang digunakan untuk. Petugas ber-APD oranye itu bergantian melakukan pemadaman. Mereka terlihat lelah, namun tetap berusaha sekuat tenaga memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan sekitar.

Kepulan asap juga menutupi area pabrik dan permukiman di dekatnya. Si jago merah baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.30. Atau sekitar sepuluh jam sejak api mulai menyala.

Ketika kebakaran di lokasi tersebut belum usai, sekitar pukul 21.21, terjadi pula kebakaran toko di Desa/Kecamatan Ngadiluwih.

“Kalau di Ngadiluwih, penyebabnya karena kelalaian saat menyalakan lilin,” jelas Kaleb.

Kaleb menyebut, atas peristiwa kebakaran yang terjadi di Tarokan, Lasimin alami kerugian hingga setengah miliar. “Kalau yang di Ngadiluwih sekitar Rp 100 juta,” jelasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 
Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kabupaten kediri #kebakaran #jawapos