Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dinkes Kabupaten Kediri Lakukan Uji Minuman yang Diduga Jadi Pemicu Keracunan Massal

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 3 Oktober 2024 | 17:19 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Keracunan masal yang dialami sedikitnya 200 jemaah salawatan juga ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya, minuman yang dikonsumsi jemaah memang diduga kedaluwarsa.

Dari hasil pemeriksaan, ada yang didapati kedaluwarsa sejak Juli lalu. Namun, labelnya sengaja dihilangkan. “Namun kami belum bisa memastikan itu (kedaluwarsa, Red),” katanya.

Demi memastikan hal tersebut, Khotib menyebut dinkes sudah mengirim sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Surabaya. “Tentu sebelum ada hasil itu hanya sekedar dugaan dan belum bisa disebabkan penyebabnya,” lanjut Khotib sembari menyebut hasil pemeriksaan laboratorium biasanya keluar sekitar seminggu.

Meski demikian, menurutnya jika ada endapan di minuman kemasan, hal tersebut menunjukkan sudah terjadi perubahan zat alias kedaluwarsa. “Kalau sudah ada perubahan, misal dari sisi bau, kejernihan, rasa, apalagi sudah ada endapan, biasnaya mengindikasikan sudah kedaluwarsa,” terangnya.

Dikatakan Khotib, hingga kemarin siang total ada sekitar 200 orang yang mengalami keracunan. Sebanyak 129 orang dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya harus rawat inap. Sedangkan di RS HVA Toeloengredjo ada 26 pasien, satu di antaranya rawat inap.

“Sisanya bisa ditangani saat di lokasi. Karena memang keluhannya lebih ringan. Sehingga tidak perlu dirujuk ke RS,” urai Khotib sembari menyebut mereka yang tidak dibawa ke RS mengeluh pusing, muntah, dan mual-mual.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) dr Gatut Rahardjo menyebut, total ada 118 pasien yang menjalani rawat jalan. “Pagi ini menyusul ada satu tambahan lagi. Jadi 127 ada di sini. Yang masih kami rawat ada delapan. Yang di UGD ada satu,” jelasnya sembari menyebut kondisi pasien yang dirawat sudah mulai membaik.

Berdasar hasil interview dengan pasien, menurut Gatut mereka mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman. Mayoritas pasien yang harus rawat inap adalah anak-anak. Dari delapan yang masih dirawat, enam di antaranya anak-anak. Adapun dua lainnya kategori dewasa.

Terkait pembiayaan, Gatut menyebut biaya perawatan ratusan pasien itu akan ditanggung Pemkab Kediri. Baik pasien yang rawat jalan maupun yang rawat inap. “Kalau memakai BPJS akan rumit. Semuanya (biaya perawatan, Red) ditanggung pemda,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Pjs Bupati Kediri Heru Wahono. Selasa dini hari kemarin Heru juga mengecek kondisi korban yang dirawat di RSKK. Dia menegaskan jika biaya perawatan pasien ditanggung pemerintah daerah. “Pembiayaan pasien ditanggung pemerintah daerah,” tegasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #keracunan #kediri #jawapos #masal #Peristiwa