KEDIRI, JP Radar Kediri-Bagaimana ratusan jemaah bisa keracunan paket snack dan minuman yang dibagikan saat acara salawatan? Diduga insiden itu terjadi karena adanya unsur kesengajaan pemberi bantuan makanan.
Hal tersebut dilihat dari label kedaluwarsa di botol minuman yang semuanya dihilangkan dengan dipotong dan dikerik.
Seperti dikatakan oleh Lilik Tri Haryati, salah satu jemaah salawatan. Setelah melihat keponakannya muntah-muntah dan sakit perut, dia langsung mengecek kemasan botol minuman.
“Label kedaluwarsa di botol tidak ada. Sengaja dipotong,” katanya.
Tidak hanya itu, snack yang dibagikan juga dalam kondisi yang kurang layak. “Jajannya melempem. Malkist-nya juga sudah hancur. Kalau keripik tempenya tengik,” jelasnya.
Hal senada juga dilakukan oleh Khoisah jemaah lain yang anaknya keracunan. Saat dicek, label kedaluwarsa di minuman yang dikonsumsi anaknya juga disobek.
Ada juga beberapa botol yang label kedaluwarsanya seperti bekas dikerik. “Itu tidak hanya satu dua. Hampir semua seperti itu,” tutur Khoisah.
Sementara itu, Polres Kediri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area keracunan masal.
Personel polisi berpakaian preman dan berseragam langsung mengecek kondisi botol minuman yang kosong dan masih berisi, kemudian mengamankannya. Selain itu, mereka juga mendatangi gudang milik salah satu warga setempat.
“Hasil sementara karena dia (korban, Red) mengkonsumsi, dugaan ya, mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah expired,” terang Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto.
Perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu menyebut, pihaknya juga sudah mengecek gudang penyimpanan makanan dan minuman milik Anik Fatul Fauziah, pemberi sumbangan paket snack. Hasilnya, polisi menemukan
berbagai jenis makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa.
Yang lebih parah, menurut Bimo pihaknya juga menemukan indikasi kesengajaan mengubah label expired.
“Saya cek. Sementara saya temukan bahwa di tempat ini terjadi praktik barang yang sudah expired dihapus (informasi tanggal expired, Red),” papar Bimo sembari menyebut pemilik snack memberi label expired yang masih berlaku.
Lebih jauh Bimo menyebut, makanan yang tersimpang di gudang milik Anik itu rata-rata didapati sudah expired. Dengan temuan tersebut, polisi kini tengah mengintensifkan penyelidikan.
Hingga kemarin, anggotanya sudah meminta keterangan pada warga yang mengikuti pengajian dan panitianya. “Pemilik gudang sudah kami amankan,” tandas Bimo.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah