Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Angin, Puluhan Rumah Rusak di Lereng Gunung Kelud Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:59 WIB

RAWAN BOCOR: Warga membersihkan rumah mereka yang atapnya rusak setelah tersapu angin kencang saat hujan deras mengguyur Dusun Kaligedok, Desa Margourip, Ngancar, Senin (30/9) sore lalu.
RAWAN BOCOR: Warga membersihkan rumah mereka yang atapnya rusak setelah tersapu angin kencang saat hujan deras mengguyur Dusun Kaligedok, Desa Margourip, Ngancar, Senin (30/9) sore lalu.


KEDIRI, JP Radar Kediri
-Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Kelud pada Senin (30/9) sore lalu membawa bencana. Sedikitnya ada 25 rumah di Dusun Kaligedok, Desa Margourip, Ngancar yang rusak setelah tersapu angin kencang sekitar pukul 15.00.  

“Awalnya saya pikir itu suara pesawat. Tapi masak hujan-hujan kok ada pesawat, ternyata suara angin yang sangat kencang,” kenang Tamsir, 85, warga Dusun Kaligedok tentang bencana yang terjadi di wilayahnya.

Dalam hitungan detik setelahnya, angin kencang langsung menyapu lingkungan. Akibatnya, atap dan genting di puluhan rumah warga beterbangan. Demikian pula pohon-pohon besar di pinggir jalan yang ambruk.

Kondisi tersebut langsung membuat warga panik. Sebagian orang yang sebelumnya bersantai di teras rumah langsung masuk dan menutup rapat pintunya. Teriakan juga sempat terdengar bersahutan saat atap rumah warga rontok disertai suara yang keras.

“Pohon di belakang rumah saya ambruk semua. Kabel listrik ada yang terbakar juga karena tertimpa pohon jambu,” lanjut pria yang atap rumahnya juga bolong karena gentingya berjatuhan itu. Kondisi yang sama juga terjadi pada rumah cucunya yang rusak tertimpa pohon.

Lebih jauh Tamsir menyebut, hujan deras mengguyur wilayahnya sejak pukul 14.30. Hujan yang awalnya intensitas ringan itu berangsur menjadi deras. “Hujannya sempat mereda. Setelah itu deras lagi sampai disertai angin kencang,” tuturnya.

 Marni, 76, tetangga Tamsir juga tidak luput dari bencana. Atap rumahnya yang terbuat dari asbes ikut beterbangan terbawa angin. “Pas angin kencang saya langsung menutup pintu. Saat itu saya hampir terkena asbes yang terbang,” paparnya.

Pantauan koran ini, hingga kemarin pagi warga masih membenahi kerusakan rumah mereka. Sebagian juga memotong pohon-pohon besar yang ambruk. Termasuk yang menutup jalan lingkungannya.

Hitungan koran ini, sedikitnya ada 25 rumah yang rusak dan atapnya bolong. Adapun jumlah pastinya masih menunggu identifikasi dari pihak desa dan kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, selain menyapu Dusun Kaligedok, bencana angin kencang juga terjadi di Dusun Puhgunung, Desa Margourip.
Baca Juga: Keracunan Massal Desa Krecek di Kediri, Korban Asal Kandangan Mengaku Mual Lalu Muntah-Muntah

“Selain rumah rusak, jaringan listrik PLN juga sempat mengalami korsleting,” terangnya.

Berapa total jumlah rumah rusak akibat bencana angin kencang itu? Djoko mengaku belum bisa menyebutkan. Sebab, hingga kemarin sore anggotanya masih berada di lapangan untuk melakukan penghitungan.

Meski demikian dia membenarkan jika ada lebih dari 20 rumah yang terdampak. “Kebanyakan rusak ringan dan tersebar di beberapa lingkungan (rumah yang terdampak),” jelasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #jawapos #bencana alam #Lereng kelud #hujan angin