Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Tujuh Balita yang Menjadi Korban Keracunan Desa Krecek di Kediri, Acara Sholawat Dihentikan 

Emilia Susanti • Rabu, 2 Oktober 2024 | 10:02 WIB

MASIH LEMAS: Seorang anak yang  keracunan didampingi keluarganya saat di RSKK.
MASIH LEMAS: Seorang anak yang keracunan didampingi keluarganya saat di RSKK.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Insiden keracunan yang menimpa ratusan Jamaah Syuban tidak hanya menimpa orang dewasa. Anak-anak hingga balita juga menjadi korban atas peristiwa yang menghebohkan warga tersebut. 

Menurut Taufiq Dwi Kusuma, perwakilan Jamaah Syuban, jumlah korban yang usianya masih balita ada tujuh orang. Mereka semuanya dirawat di RSKK. Termasuk dari 129 orang yang mendapat perawatan di sana. 

Bagi Taufiq, jamaahnya adalah korban. Yang bertanggung jawab adalah panitia lokal di acara tersebut. Sebab, saat jamaah Majelis Syuban datang ke lokasi sholawatan, ada orang yang membagikan snack dan minuman. 

“Ada donatur yang menyumbang snack dan dibagikan ke jamaah sebelum sholawat dimulai pukul 20.00 atau 20.30,” ujarnya. Namun karena adanya insiden tersebut, Taufiq mengaku sholawatan peringatan Nabi Muhammad SAW terpaksa dihentikan. 

Baca Juga: Jumlah Korban Keracunan Massal Desa Krecek di Kediri Bertambah Hingga Ratusan Orang, Dirawat di RSKK dan HVA

Dia berharap polisi bisa mengusut kasus tersebut. “Kami serahkan ke polisi untuk penanganan kasusnya,” lanjut Taufiq.   

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tidak semua keluarga diperbolehkan masuk. Akibat kejadian itu, RSKK menjadi ramai. Keluarga menunggu korban yang dirawat RSKK di kantor bagian depan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#keracunan #Sholawatan #balita #Rskk #jamaah #massal