Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jumlah Korban Keracunan Massal Desa Krecek di Kediri Bertambah Hingga Ratusan Orang, Dirawat di RSKK dan HVA

Emilia Susanti • Rabu, 2 Oktober 2024 | 09:41 WIB

 

MENUNGGU KABAR: Keluarga korban keracunan massal di Desa Krecek, Badas memadati RSKK. Mereka menanti keluarga yang masih dirawat di rumah sakit.
MENUNGGU KABAR: Keluarga korban keracunan massal di Desa Krecek, Badas memadati RSKK. Mereka menanti keluarga yang masih dirawat di rumah sakit.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Korban keracunan massal di Desa Krecek, Badas semakin banyak. Hingga Rabu (2/10) pukul 02.00, jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka merupakan jamaah Majelis Syuban.

Taufiq Dwi Kusuma, 40, perwakilan dari Majelis Syuban mengatakan, total jamaahnya yang masuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri sebanyak 129 orang. Sementara di IHC RS Toeloengredjo (HVA) Pare ada 26 orang. 

Dari jumlah tersebut ada 10 orang yang harus opname. “Sembilan di RSKK dan satu di HVA,” ujar Taufiq kepada Jawa Pos Radar Kediri pada Rabu (2/10) dini hari. 

Dia membantah informasi yang bekembang di media sosial yang menyebutkan peristiwa itu memakan korban jiwa. “Tidak ada yang meninggal dunia,” bantah Taufiq. Namun, dia memastikan ada yang harus dirawat intensif di rumah sakit. 

Baca Juga: Keracunan Massal Desa Krecek di Kediri, Korban Asal Kandangan Mengaku Mual Lalu Muntah-Muntah

Atas kejadian tersebut, Taufiq mengaku jika Majelis Syuban akan bertanggung jawab atas jamaah yang kini masih dirawat. Adapun untuk pemberian snack dan minum ketika acara bukan menjadi tanggung jawab Majelis Syuban. 

Dia berharap polisi bisa mengusut kasus ini hingga tuntas. “Untuk kasusnya kami serahkan ke polisi untuk menanganinya,” ujar pria berkacamata itu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#keracunan massal #badas #majelis #pare #Rskk #media sosial #opname