Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Duh, Perubahan Arah di Kawasan Stasiun Kereta Api Kediri Malah Bikin Pengendara Kecele 

Ayu Ismawati • Sabtu, 21 September 2024 | 23:38 WIB
HOOOP: Seorang perempuan yang mengendarai motor matic terpaksa putar arah karena dipasang rambu baru larangan melintas.
HOOOP: Seorang perempuan yang mengendarai motor matic terpaksa putar arah karena dipasang rambu baru larangan melintas.

KOTA, JP Radar Kediri- PT KAI mulai menata kawasan Stasiun Kediri. Arus lalu lintasnya banyak yang berubah. Akibat pekerjaan itu, terjadi pengalihan arus lalu lintas.

Pada Jumat (20/9), area di depan stasiun yang biasanya ramai lalu lalang kendaraan kini hanya bisa dilewati pengantar dan penjemput penumpang saja. 

Portal parkir sudah beroperasi di kedua jalan, baik dari sisi barat maupun utara stasiun. Persimpangan jalan yang berada tepat di depan stasiun saat ini ditutup total setelah adanya monumen Lokomotif C1140.

Kendaraan umum maupun pengantar dan penjemput dari barat, Jalan Stasiun harus berbelok. Begitu pula kendaraan dari utara, Jalan PJKA yang tidak bisa langsung lurus. Melainkan dialihkan ke barat menuju Jalan Untung Suropati.

       Hingga kemarin, banyak pengendara yang kecele. Mereka belum mengetahui adanya perubahan lalu lintas di stasiun tersebut. “Saya mau jemput kakak, ternyata nggak bisa lurus,” ujar Sindy, 25, yang mengendarai motor dari arah Jalan PJKA.

       Karena kecele, dia harus berbelok ke barat hingga Jalan Dhoho. Terkait aturan baru itu, Kepala Stasiun Kediri Daniel Yuniarta mengatakan, pengantar dan penjemput penumpang tetap bisa memasuki area stasiun. Hanya saja harus dengan masuk ke area parkir.

Baca Juga: Satlantas Polres Kediri Kota Tabuh Genderang Perang ke Bus Ugal-ugalan

       “Semua masuk ke area parkir. Penjemput dan penumpang bisa parkir,” ujarnya.

       Adapun aturan itu merupakan bagian dari upaya penataan kawasan stasiun. Penetapan itu hasil koordinasi PT KAI dengan Pemerintah Kota Kediri dan masyarakat setempat.

       Penerapannya pun tidak lepas dari kondisi awal kawasan stasiun yang kerap macet. Salah satunya karena jalan itu tembus antara Jalan Dhoho dan Jalan Hayam Wuruk.

       “Agar penumpang yang keluar dari stasiun tidak langsung berhadapan dengan pengendara,” sambungnya.

       Namun begitu, pihaknya juga membuatkan jalan di sisi barat Klinik Mediska Kediri. Jalan selebar lebih kurang 2 meter itu diatur searah untuk pengendara dari arah barat atau dari Jalan Stasiun.

       “Pengendara yang nggak mau ke stasiun bisa belok kiri. Sudah kita buatkan jalan baru. Yang mau ke drop zone bisa belok kanan masuk area parkir,” ungkapnya. 

       Untuk Jalan PJKA itu gate out-nya. Sedangkan Gate in-nya dari monumen belok kanan. “Keluarnya lewat Jalan PJKA,” tambahnya terkait alur parkir yang diatur satu arah itu.

       Disinggung terkait masih banyaknya masyarakat yang belum paham dengan aturan baru itu, Daniel memaklumi. Namun begitu, menurutnya mayoritas penumpang menyambut baik kebijakan tersebut.

       “Masih awal biasa ada yang masih belum tahu. Tapi kebanyakan penumpang senang. Karena jadi nggak ramai kendaraan,” pungkasnya. 

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.     

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#lokomotif #stasiun kediri #arus lalu lintas #pt kai #rambu #monumen