KEDIRI, JP Radar Kediri- Masyarakat agaknya semakin geram dengan tingkah armada bus yang kerap ugal-ugalan.
Terlebih yang melintas di wilayah Kota Tahu. Agaknya, fenomena ini juga ditangkap oleh Satlantas Polres Kediri Kota.
Terbukti dari Tindakan tegas yang diberikan kepada oknum sopir bus yang melanggar aturan.
Kemarin, petugas melakukan razia di Kota Kediri. Hasilnya, ada dua armada bus yang dihadang petugas.
Armada yang melanggar tersebut dipaksa minggir. Lalu, kedua armada tersebut diberi surat bukti pelanggaran (tilang).
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan, operasi akan terus dimasifkan.
Hal itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kepatuhan lalu lintas di jalan.
“Penindakan tak hanya untuk menindak para pelanggar. Namun juga memberikan edukasi,” beber Afandy.
Dari hasil operasi tersebut, polisi berhasil menindak tiga kendaraan besar yang melanggar.
Selain dua bus, ada lagi satu truk yang mendapat ‘surat cinta’. Surat tanda nomor kendaraan (STNK) masing-masing disita oleh petugas.
Afandy menegaskan, penindakan akan terus dilakukan di beberapa titik lokasi strategis di Kota Kediri.
“Adanya operasi ini masyarakat akan semakin sadar pentingnya tertib berlalu lintas agar nyaman dan aman bagi semua pengguna jalan,” tegasnya.
Sebelumnya, Satlantas Polres Kediri Kota juga menindak empat bus yang membahayakan.
Pasalnya dalam tiga bulan terakhir, pihaknya telah menindak empat bus yang menimbulkan korban meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Andris Siswarno mengungkapkan etika berlalu lintas sangat penting. Sebab kecelakaan diawali dengan pelanggaran.
“Apalagi untuk bus karena mereka ditarget dari perusahaannya akhirnya lalai kalau mereka sedang mengendarai kendaraan,” jelas Andris.
Setiap harinya jumlah kendaraan semakin meningkat. Namun sarana dan prasarana tetap.
“Sehingga dibutuhkan kehati-hatian, kecermatan, konsentrasi dan etika berlalu lintas,” pesannya.
Sebelumnya, Satlantas Polres Kediri Kota sudah melakukan sosialisasi kepada PO bus.
Bahkan pihaknya menggandeng Polres Tulungagung. Sebab kantor PO bus tersebut berada di Kota Marmer tersebut.
“Sudah dilakukan pembinaan sosialisasi dan pelatihan. Namun kembali lagi ke oknumnya masing-masing,” beber Andris.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah