Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

10 Hektare Lahan di Dekat Bandara Dhoho Kediri Terbakar

Novanda Nirwana • Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:36 WIB
MEDAN TERJAL: Sejumlah petugas dari Damkar Kabupaten Kediri memadamkan api di kawasan perbukitan di selatan Bandara Dhoho. Foto kanan, Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.
MEDAN TERJAL: Sejumlah petugas dari Damkar Kabupaten Kediri memadamkan api di kawasan perbukitan di selatan Bandara Dhoho. Foto kanan, Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Konsentrasi Sugeng, 40, karyawan PT WIKA di kompleks Bandara Dhoho kemarin sore buyar.

Aktivitasnya sekitar pukul 15.00 kemarin spontan terhenti. Dia bersama teman-temannya langsung keluar dari kantor dan menuju bukit di selatan lokasi proyeknya.

“Saya lihat ada kebakaran (di area perbukitan, Red). Saya pikir masih jauh, dipantau. Ternyata langsung menyebar dan makin dekat,” kata Sugeng menceritakan peristiwa yang membuat panik seluruh karyawan PT WIKA itu.

Melihat api kian mendekat, Sugeng langsung lari ke tumpukan U-Ditch atau beton pracetak yang menyerupai huruf U di kantor WIKA. “Ternyata (api, Red) sudah di depan mata (dekat, Red),” lanjutnya.

Khawatir kebakaran meluas ke area perkantoran, Sugeng dan teman-temannya langsung menelepon petugas memadamkan kebakaran (PMK).

Sembari menunggu petugas datang, dia dan teman-temannya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Sambil nunggu pemadam, saya cari air seadanya pakai ember. Nggak kuat kan akhirnya kita lari karena kepanasan,” kenang Sugeng.

Hanya dalam hitungan menit, kobaran api menyebar dengan cepat. Asap berwarna keputihan tebal memenuhi kawasan perbukitan di lereng Gunung Wilis tersebut.

Akibatnya, akses jalan di selatan bandara ikut tertutup asap. Demikian pula perkampungan di dekatnya. “Rasanya susah bernapas (karena penuh asap, Red),” tuturnya.

Beruntung, sekitar 30 menit kemudian PMK dari Kabupaten Kediri dan dari PT Gudang Garam tiba di lokasi. Pemadaman juga dilakukan oleh armada khusus dari Bandara Dhoho.

Pantauan koran ini, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30. Namun, titik api di bagian atas bukit belum padam sempurna. PMK kesulitan menjangkau lokasi karena medan yang terjal dan di ketinggian.

Berdasar hitungan PMK Kabupaten Kediri, sedikitnya lahan perbukitan yang terbakar mencapai 10 hektare. “Kebakaran diduga akibat ulah manusia,” kata Suyanto.

Lebih jauh Suyanto menyebut, kawasan perbukitan yang terbakar disinyalir merupakan milik PT Bukit Dhoho Indah (BDI).

Menurutnya, di balik bukit yang terbakar itu juga sedang ada proyek pembangunan. “Mungkin saja (pemicu kebakaran, Red) dari petugas proyek,” lanjutnya menduga penyebab kebakaran.

Terkait titik awal api, menurut Suyanto berasal dari balik bukit di Dusun Grogolwetan, Desa Grogol. “Di sini itu menjadi titik rembetan. Titik rembetan mengarah kesini karena tertiup angin,” jelasnya.

Dikatakan Suyanto, proses pemadaman kemarin sempat terhambat supply air. Sebab, lokasi jauh dari sumber air.

Beruntung, setelah mereka mengontak manajemen Bandara Dhoho, PMK bisa mendapat air untuk pemadaman hingga tuntas. “Pemadaman di atas (bukit, Red) juga terhambat medan yang terjal,” imbuhnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pmk #bandara dhoho #PT Gudang Garam #kebakaran #DHX #jawa pos