KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Desa Jajar, Kecamatan Wates gempar. Sebuah bangunan lama ditemukan di tengah lahan perkebunan tebu pada Kamis (29/7) lalu. Bangunan dari susunan bata merah besar itu diduga adalah patirtan di masa kerajaan.
Di masa itu, patirtan digunakan sebagai tempat mensucikan diri. Selain tumpukan bata merah, warga juga menemukan tiga batu lingga patok, satu batu jaladwara, dan tiga lempeng batu andesit.
Batu bata kuno yang ada di sana lebih besar dari ukuran bata merah yang saat ini dipakai untuk membangun rumah. Panjangnya mencapai 50 cm. Sedangkan ketebalannya 10 cm. Sebagian kondisinya sudah ada yang pecah.
Adapun lempengan batu andesit yang merupakan benda bersejarah itu memiliki ukuran yang juga besar. Ditemukan di dua lokasi berdekatan. “Temuan ini kami laporkan ke pemerintah desa,” aku Susilo, warga sekitar yang menjadi salah satu penemu benda bersejarah itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah