Rumah Warga di Campurejo Kota Kediri Terbakar, Dua Sepeda Motor Hangus

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Rabu, 24 Juli 2024 | 17:24 WIB
LULUH LANTAK: Warga mengecek kondisi rumah Nur Wahid di Kelurahan Campurejo, Mojoroto yang dilalap si jago merah kemarin. Kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp 100 juta.
LULUH LANTAK: Warga mengecek kondisi rumah Nur Wahid di Kelurahan Campurejo, Mojoroto yang dilalap si jago merah kemarin. Kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp 100 juta.

KEDIRI, JP Radar Kediri-“Omah kobong! Omah kobong!” teriakan beberapa anak sekitar pukul 10.30 kemarin, seketika membuyarkan konsentrasi Muhammad Sofian Zakiya, 21, yang tengah mengecat rumahnya. Pemuda yang tinggal di Kelurahan Campurejo, Mojoroto itu langsung mencari sumber suara. Jika semula dia berada di teras rumah bagian depan, pemuda yang kemarin berkaus abu-abu itu langsung berlari menuju ke bagian barat rumahnya.

Dia mengikuti arah telunjuk anak-anak yang berteriak memberi tahu terjadi bencana kebakaran. Benar saja, saat pemuda yang akrab disapa Zaki itu mengecek teras rumahnya di bagian barat, si jago merah sudah melalap bangunan di sana. “Setelah saya lihat, api dari atap sudah membesar. Motor Kawasaki KLX dan Honda CB 150 milik saya sudah terbakar. Tidak sempat menyelamatkan,” tutur Zaki ditemui di rumahnya kemarin.

Menyadari dia tidak bisa lagi menyelamatkan dua motor kesayangannya itu, Zaki langsung meminta pertolongan warga. Dia berteriak meminta tolong bersama warga lain yang sama-sama berteriak meminta tolong.

Saat kejadian, mayoritas tetangga Zaki memang bekerja. Demikian pula Nur Wahid, 50, sang ayah yang sedang berada di kantor. “Aku mbengok sampek suaraku entek. Lha piye, ora enek uwong blas (saya berteriak meminta tolong sampai suara habis karena tidak ada orang, Red),” sambung Suparlan, tetangga Zaki yang kemarin juga ikut mencari pertolongan warga.

Setelah beberapa orang berteriak meminta tolong bersamaan, warga berangsur datang. Mereka langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Termasuk memindahkan barang-barang lain yang masih bisa diselamatkan. Mulai motor roda tiga, kursi, dan barang-barang lain di rumah Nur Wahid. “Saking paniknya, Yanto kesetrum saat ikut memadamkan,” lanjut Suparlan dalam bahasa Jawa.

Sementara itu, petugas memadamkan kebakaran (PMK) yang mendapat laporan kebakaran pukul 10.54, tiba di lokasi pukul 11.05. Mereka langsung melakukan pemadaman api dari beberapa sisi. Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, si jago merah berhasil dijinakkan. “Korban yang tersengat listrik juga kami bawa ke rumah sakit,” ungkap Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kediri Fanni Eryanto.

PMK menerjunkan tiga unit mobil untuk menjinakkan api yang melalap rumah Nur Wahid tersebut. Terkait penyebab kebakaran, Fanni menduga akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik. “Kerugiannya sekitar Rp 100 juta,” papar Fanni.

Pantauan koran ini sekitar pukul 11.30 kemarin, rumah Nur Wahid dipasangi garis polisi. Beberapa warga yang penasaran terlihat mengecek kondisi rumah yang menyisakan tembok saja.

Sayang, Kapolsek Mojoroto Kompol Muklason belum bisa dikonfirmasi terkait penyelidikan kebakaran di rumah Nur Wahid. Saat dihubungi melalui ponselnya tadi malam, tidak diangkat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
arus listrik si jago merah terbakar kebakaran kebakaran rumah