Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ibu Muda Ajak Anak Bunuh Diri di Jembatan Alun-Alun Bandarngalim Kota Kediri

Novanda Nirwana • Rabu, 19 Juni 2024 | 16:56 WIB
MIRIS: Polisi dan warga berusaha menenangkan KL yang diduga hendak bunuh diri dengan melompat dari jembatan AAB Kota Kediri kemarin.
MIRIS: Polisi dan warga berusaha menenangkan KL yang diduga hendak bunuh diri dengan melompat dari jembatan AAB Kota Kediri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - KL, 23, ibu muda asal Kecamatan Pesantren diduga mengalami depresi. Dia nekat ingin mengakhiri hidupnya kemarin. Mirisnya, dia turut mengajak anaknya yang masih balita. KL berhasil diselamatkan saat hendak terjun dari jembatan Alun-Alun Bandarngalim (AAB).

Kejadian memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Fany Ruady, salah satu saksi kala itu sedang asyik ngopi di bawah jembatan. Sesaat kemudian dia mendengar ada perempuan yang teriak-teriak ke arah sungai.

“Semua yang di warung langsung kaget semua. Dia teriak-teriak dari jembatan,” ujar Fany.

Setelah berteriak histeris, KL menyandarkan badannya ke jembatan. Sesaat kemudian banyak warga yang berkerumun. Termasuk pihak berwajib. Salah satu polisi yang ikut menyelamatkan KL yakni Briptu Ady Prakoso.

Saat itu, polisi berumur 29 tahun itu sedang berjaga di Pos Polisi Sumur Bor Pakelan. Tiba-tiba, dia mendapat laporan terkait adanya perempuan yang ingin bunuh diri. Sontak saja, Ady bersama rekannya langsung bergegas menuju ke lokasi.

“Ada yang laporan kesini lagi, terus saya langsung ke sana (lokasi, red),” jelas Ady.

Ady membenarkan bahwa KL masih membawa anaknya. Balita itu ada di gendongan. Saat ditenangkan, ibu muda itu masih menangis dan tidak bisa diajak bicara. KL terus meracau sambil terisak.

“Dia (KL, red) ngomong gak enek sing peduli karo aku, keluargaku barang gak enek seng peduli karo aku, wong tua ku ya gak peduli,” jelasnya Ady menirukan korban meracau.

Setelah ditenangkan, KL mulai tenang dan bisa diajak bicara. Dia lantas diamankan ke Mako Polres Kediri Kota. “Ada rekan kita bawa mobil langsung kita bawa ke mako. Yang saya amankan itu ada sepeda motor Honda Beat, HP (handphone, red) sama dompet korban. Saya periksa di jok ada KK (kartu keluarga, red),” bebernya.

Selanjutnya Ady langsung menghubungi pihak keluarga KL melalui HP korban. Saat dimintai keterangan korban sudah bisa diajak bicara. Namun tetap sambil menangis.

Dari keterangan korban, Ady menduga KL sedang ada masalah keluarga. Tak lama, perwakilan keluarga langsung menjemput korban. Namun, tidak suami korban tidak ikut. Dari data yang dihimpun, suami KL sedang bekerja di luar kota.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Iptu M Fatur Rozikin membenarkan bahwa KL sedang depresi. Hanya saja, dia enggan membuka masalah yang dialami korban. “Intinya masalah ekonomi. (KL) langsung dibawa sama keluarganya pulang,” jelasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jembatan bandarngalim #bunuh diri #depresi #kota kediri