KEDIRI, JP Radar Kediri - Teriakan minta tolong Misnari, 28, karyawan toko Queenza sekitar pukul 00.30 dini hari kemarin, mengusik tidur nyenyak warga Jl Tembus Kaliombo, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.
Apalagi, beberapa saat berselang terdengar bunyi ledakan keras hingga tiga kali. Saat warga berhambur keluar, mereka melihat pom mini yang ada di depan toko dilalap si jago merah.
Hanya dalam hitungan detik, api langsung merambat ke toko yang ada di belakang pom. Demikian pula warung masakan Padang, dan toko pakaian di utara pom mini yang ikut dilalap api.
“Ada suara keras minta tolong. Saya langsung keluar ruko. Ternyata pom mini di depan sudah terbakar,” kata Ahmad Nur, pemilik ruko yang terletak persis di depan ruko.
Saat kejadian, pria yang bekerja sebagai kapster itu sedang bersantai di dalam ruko. Bersama temannya, dia langsung keluar untuk mengecek. Beberapa detik berselang, Ahmad mendengar suara ledakan yang sangat kencang.
“Duaarr! setelah itu tetangga-tengga langsung keluar rumah,” lanjut Ahmad. Warga yang panik tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, api dengan cepat merembet ke bagian toko di belakang pom mini.
Beberapa menit kemudian, warung masakan Padang yang ada di sebelah selatan pom mini, dan toko pakaian di sebelah utara yang ikut terbakar.
“Setelah empat kali suara ledakan, warga semakin panik. Mereka khawatir api menyambar kabel listrik dan kabel lain,” sambung Agus, 52, warga lain sembari menunjuk kabel semrawut di dekat kejadian yang ternyata selamat dari api.
Kepanikan, lanjut Agus, juga dialami para pemilik ruko di sebelah kanan dan kiri toko Queenza. Mereka langsung keluar dari bangunan setelah si jago merah merembet ke sana.
Data yang dihimpun media ini menyebutkan, kebakaran di pom mini terjadi saat Misnari mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke dalam mesin pom mini. Minyak sebanyak 10 liter di dalam jeriken itu dimasukkan ke dalam mesin pom menggunakan alat penyedot.
Saat Misnari menekan tombol “On” di pom mini, tiba-tiba saja muncul percikan api dari selang penyedot BBM yang terpasang di jeriken. Hanya dalam hitungan detik, api langsung merembet ke mesin pom mini dan membesar.
Sekitar 30 menit kemudian atau sekitar pukul 01.00 dini hari, mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) tiba di lokasi. Butuh waktu sekitar satu jam 45 menit untuk memadamkan api di tiga bangunan tersebut.
Selain tiga bangunan dan pom mini, satu unit sepeda motor Suzuki Thunder dan satu unit Yamaha Mio yang ada di lokasi juga hangus terbakar.
Pantauan media ini kemarin, tiga ruko yang terbakar dan pom mini di bagian depan dipasangi garis polisi. Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu M. Fatur Rozikin menyebut pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
“Untuk penyebab kebakaran secara pasti masih dalam penyelidikan,” terang Fatur sembari menyebut polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi.
Terpisah, Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kediri Fanni Eryanto menuturkan, pihaknya menerjunkan tiga unit mobil PMK usai mendapat laporan sekitar pukul 00.51 dini hari.
“Penyebab kebakaran diperkirakan karena kerusakan pada pompa mini hingga memunculkan percikan api,” paparnya sembari menyebut kerugian mencapai Rp 155 juta.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah