Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sebanyak 27 Sapi di Kabupaten Kediri Terjangkit LSD

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 30 Mei 2024 | 18:10 WIB
Pedagang sapi di Pasar Hewan Ngadiluwih mengikat sapi. Awas kasus LSD kembali muncul
Pedagang sapi di Pasar Hewan Ngadiluwih mengikat sapi. Awas kasus LSD kembali muncul

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menemukan puluhan sapi terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD). Temuan itu menjadi peringatan bagi warga yang ingin membeli hewan kurban berupa sapi. 

Yhuni Ismhawati, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet DKPP Kabupaten Kediri menyebutkan, ada 27 laporan kasus sapi yang terjangkit virus capripoxvirus itu. Lokasinya menyebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Banyakan, ditemukan ada 5 kasus. Kemudian Kecamatan Grogol satu kasus, Kecamatan Kayen Kidul 9 kasus, dan Kecamatan Pagu 4 kasus. Dua kecamatan lagi berada di  Papar satu kasus dan Plemahan 7 kasus.

“Alhamdulillah, tidak ada sapi yang mati,” ucap Yhuni. Dia menyebutkan, kasus paling tinggi terjadi pada Februari lalu. Yang menjadi penyebabnya adalah musim hujan yang memengaruhi kekebalan tubuh hewan.

Untuk diketahui, penyebaran LSD melalui arthropoda, terutama serangga penghisap darah. Seperti lalat, nyamuk dan caplak. Karena pada saat musim hujan, serangga dapat berkembang biak dengan cepat. Sebab itu, penyebaran LSD pun menjadi meningkat.

Penyebaran LSD juga karena masih banyak warga yang belum memvaksin hewan ternaknya. Hal itu disebabkan karena stok vaksin di DKPP semakin menipis. Karena itu, penekanan untuk melakukan vaksin tidak segencar saat ada penyakit mulut dan kuku (PMK). Tingkat kematian yang disebabkan juga sangat rendah.

“Saat ini di DKPP tersisa 50 vaksin LSD, vaksin tersebut untuk jaga-jaga jika ada ternak yang akan keluar daerah. Yang diutamakan adalah untuk sapi yang akan melakukan lalu lintas terlebih dahulu,” jelasnya. Sejauh ini, DKPP belum mendapatkan kiriman vaksin LSD. Hal itu membuat stoknya semakin menipis. 

Untuk antisipasi penyebaran LSD, peternak bisa mendapatkannya di luar. Sebab vaksin LSD ini sudah dijual bebas. Peternak bisa membeli sendiri. “Harga sekitar Rp 260-300 ribu per botol isi 10 dosis,” jelasnya.

Sementara itu Suloso, 60, warga Desa Bulupasar, Pagu mengaku bahwa semua sapinya sudah dipastikan aman dari LSD maupun PMK. Dia juga mengklaim bahwa hewan-hewan ternak itu juga sudah diberi vaksin. “Sehat semua, untuk vaksin juga sudah diberi semua,” terangnya. 

Untuk diketahui, dampak LSD ini bisa membahayakan kesehatan tubuh manusia. Yakni terjadinya peningkatan tekanan darah, peningkatan laju pernapasan, dan suhu tubuh. Mereka yang kena LSD biasanya akan mengalami sulit tidur, kehilangan nafsu makan, gemetar, dan berkeringat. Ada pula yang kena masalah mental, merasa cemas dan depresi.(sad/rq)



Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #idul adha #jawapos #dkpp #sapi #lsd #Penjual Sapi #kurban