Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas, Warga Rela Menunggu Enam Jam demi Pladu

Novanda Nirwana • Rabu, 22 Mei 2024 | 18:03 WIB
ANTUSIAS: Warga berburu ikan mabuk di Sungai Air Brantas. Mereka berbondong-bondong ke Jembatan Semampir untuk menyaksikan Pladu.
ANTUSIAS: Warga berburu ikan mabuk di Sungai Air Brantas. Mereka berbondong-bondong ke Jembatan Semampir untuk menyaksikan Pladu.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jembatan Semampir mendadak ramai, kemarin sore. Warga berbondong-bondong menyaksikan pladu dan berburu ikan mabuk di Sungai Brantas. Mereka rela menunggu kedatangan kiriman air dari Blitar selama enam jam. 

Seperti yang dilakukan Ahmad, 32, dan Santo, 32, warga Kelurahan Tosaren, Kota Kediri. Keduanya antusias menunggu flushingdi Sungai Brantas  selama 6 jam sejak pukul 09.00. “Tadi menunggu di jembatan dekat Alun-Alun Kota Kediri, setelah airnya datang baru ke Jembatan Semampir,” aku Ahmad diamni Santo yang mulai mencari ikan pukul 15.00. 

Keduanya mengandalkan jaring dan beraksi dari tepi sungai. Meski menggunakan alat seadanya, mereka hanya mendapatkan sekitar 2 kilogram ikan mabuk. “Dapat bader, mujair, dan ikan kecil-kecil,” ungkap Ahmad. 

Ahmad mengaku, tangkapannya lebih sedikit karena ramai warga yang berebut menangkap ikannya. “Kalah sama mereka yang punya jaring besar,” lanjutnya.

Pencari ikan mabuk lainnya adalah Hariamin, warga Desa Jabang, Kecamatan Kras. Pria 55 tahun itu sudah niat untuk ikut mencari dengan membawa jaring dan karung untuk mendapatkan ikan yang banyak. “Sudah hobi,” katanya sambil mencari ikan di tepi Sungai Brantas di sekitar Kelurahan Semampir. 

Dari hasil buruannya, dia mendapatkan berbagai jenis ikan. Yakni bader dan rengkik. “Hasilnya untuk dimakan sendiri,” akunya bersemangat menjaring ikan yang sedang teler.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri Indun Munawaroh mengaku, telah menerjunkan personelnya untuk siaga 24 jam. Mereka membuka posko di Taman Brantas, dan selalu berkeliling di sepanjang Sungai Brantas di wilayah Kota Kediri.

“Kami bekerjasama dengan Tempat Perbekalan (Tepbek, Red) Kediri untuk menyiagakan personel dan 2 perahu karet,” jelas Indun.

Sebelumnya, BPBD dapat informasi dari Jasa Tirta jika kenaikan debit air mencapai 400 meter kubik per detik. “Pladu itu memang tidak bisa dihindari tapi yang perlu dilakukan adalah edukasi ke masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada pada saat melakukan aktivitas di sekitar sungai brantas,” ungkapnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#warga kediri #radar kediri #mancing #sungai brantas #ikan mabuk #pladu #jawa pos