KEDIRI, JP Radar Kediri - Warga di Kabupaten Kediri harus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan nyamuk aedes aegypti. Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) terus bertambah. Bulan ini, satu anak berusia 5 tahun asal Kecamatan Gampengrejo juga meninggal dunia. Total ada 4 warga yang meninggal akibat DBD.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro mengatakan, korban yang meninggal akibat DBD di wilayah Gampengrejo terjadi karena keterlambatan penanganan. Hal itu disebabkan karena keluarga mengira anak hanya mengalami demam biasa. Mereka tidak menyangka jika terjangkit DBD.
“Saat dibawa ke faskes, kondisi (suhu, Red) sudah turun. Padahal itu masa kritisnya,” terang Bambang. Akibat keterlambatan tersebut, nyawa bocah yang kena DBD tidak bisa diselamatkan.
Sementara itu, Kepala Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo Soim mengatakan, bulan ini kasus DBD di wilayahnya cukup tinggi. Hingga minggu keempat, sudah ada 10 kasus yang terdeteksi. Termasuk anak berusia lima tahun yang meninggal dunia. “Dua minggu terakhir angka DBD sedang tinggi-tingginya,” jelasnya Soim.
Untuk menangani kasus agar tidak meluas, pihaknya melakukan fogging selama dua hari berturut turut hingga kemarin. Pengasapan itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan masyarakat dan puskesmas. “Selain kader ikut melakukan antisipasi di setiap rumah. Juga perlu dilakukan fogging,” lanjut Soim.
Data dari dinkes menyebutkan, kasus DBD hingga minggu keempat April tahun ini mencapai 196 kasus. Rinciannya, 42 kasus ditemukan Januari. Kemudian Februari naik 64 kasus. Pada Maret, sempat turun menjadi 60 kasus. Dan pada April, hingga kemarin tercatat ada 30 kasus. Kasus DBD bulan ini belum ada peningkatan signifikan jika dibanding bulan sebelumnya. Jumlah kasusnya justru alami penurunan.
Dinkes terus memberi imbauan kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaannya. Utamanya melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus. Sebab pencegahan dengan 3M plus menjadi langkah terbaik untuk mengantisipasi penyebaran kasus DBD. Karena itu, masyarakat harus berperan aktif ikut melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah