Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Butuh Waktu 1 Jam, Petugas Damkar Evakuasi Buaya di Plemahan Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 26 April 2024 | 16:30 WIB
HATI-HATI: Supriyadi, petugas Damkar Kabupaten Kediri, berusaha mengikatkan tali pada buaya hendak dievakuasi dari rumah di Desa Kayenlor, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri kemarin.
HATI-HATI: Supriyadi, petugas Damkar Kabupaten Kediri, berusaha mengikatkan tali pada buaya hendak dievakuasi dari rumah di Desa Kayenlor, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Supriyadi, anggota pasukan pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Kediri, terlihat kerepotan. Upayanya ‘menaklukkan’ buaya sepanjang 3 meter tak juga kunjung berhasil. Setiap kali berusaha mengikatkan tali tampar ke mulut ataupun ekor, selalu gagal. Si buaya dengan liar terus mengibas-kibaskan ekornya.

Situasi itu dipersulit dengan lokasi tempat buaya itu berada. Berada di dalam rumah milik Sahel Ngabey, 49, warga Dusun Kademangan, Desa Kayenlor, Kecamatan Plemahan. Di dekat sumur, berada di jedingan yang lebarnya hanya setengah meter. Sedangkan panjangnya nyaris sama dengan panjang reptil penghuninya itu, 3 meteran.

“Ini punya kakak saya. Dulu beli di komunitas reptil, saya disuruh merawat,” aku Sahel, tentang buaya piaraannya itu.

Memang, kemarin, buaya itu dievakuasi. Dipindah dari tempatnya selama ini. Selain Sahel yang mulai kewalahan merawat, warga sekitar juga takut bila sewaktu-waktu hewan tersebut lepas.

Proses evakuasi pun tergolong sulit. Butuh waktu satu jam hanya untuk mengikat ke batang bambu sebelum diangkut ke mobil milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Kepala Dusun Kademangan Bobby Adetama membenarkan bahwa warga takut dengan keberadaan buaya tersebut. “Memang ada keluhan warga jauh-jauh hari,” kata Bobby.

Menurut Sahel, buaya tersebut milik kakaknya, Dawud Kholilulloh, 51. Namun, sejak beli hingga sekarang dirawat oleh Sahel. Sementara keberadaan sang pemiliki tidak diketahui.

Setelah besar, Sahel takut bila buaya itu membahayakan keluarganya. Terutama sang ibu yang  setiap hari membantu memberi makan. Apalagi kandang tempat reptil ini sangat tidak memenuhi syarat.

“Intinya berbahaya. Apalagi ibu saya tua. Kalau mengejar ibu saya pasti bahaya. Apalagi ibu saya kan sudah gak bisa lari,” dalih Sahel.

Pernah, ketika masih kecil, buaya tersebut lepas ke jalan. Nah, kejadian seperti itu yang kembali ditakutkan bila terjadi. Karena tubuh buaya yang sudah besar.

Sementara, setelah berhasil mengikat buaya tersebut, petugas damkar menunggu kedatangan tim dari BKSDA. Setelah datang, buaya dimasukkan ke peti. Sebelum diangkut menuju kantor BKSDA.

“Buaya kami serahkan de BKSDA. Lebih lanjut yang menangani pihak sana,” terang Supriyadi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#damkar #kediri #buaya #evakuasi #hewan buas #reptil