Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Duka Keluarga Gus Omy Asal Tambakrejo Gurah Kediri Yang Jadi Korban Tewas Kecelakaan di Pasuruan

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 23 April 2024 | 17:02 WIB
KENANGAN: Almarhum Omy Faisol atau Gus Omy membonceng ayahnya naik Vespa.
KENANGAN: Almarhum Omy Faisol atau Gus Omy membonceng ayahnya naik Vespa.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Rumah di Desa Tambakrejo, Kecamatan Gurah itu masih diselimuti suasana duka. Hingga sore kemarin, arus pentakziah terus berdatangan ke rumah sederhana bercat hijau tersebut. Halaman yang disulap jadi tempat parkir penuh dengan kendaraan. Karangan bunga ucapan belasungkawa pun berdiri. Salah satunya dari Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa.

“Dari kecil almarhum suka bergaul. Jadi memiliki banyak teman,” ucap Abdul Muchid, di sela-sela meladeni para tamu yang berdatangan. Pria 58 tahun ini adalah paman dari Omy Faisol, pemilik rumah yang meninggal akibat kecelakaan di Beji, Kabupaten Pasuruan (21/4) dini hari.

Ya, kepergian Omy Faisol, yang karib disapa Gus Omy tersebut, sangat menyisakan duka. Apalagi, tidak hanya Gus Omy yang jadi korban. Melainkan juga seorang anaknya bernama Hanania yang masih berumur tiga tahun. Kecelakaan itu juga merenggut nyawa kakak kandung Gus Omy, Eny Faridaful Nisa. Kabar terbaru, anak kandung Eny juga turut jadi korban meninggal dunia.

Ketika kecelakaan itu terjadi, Gus Omy dan keluarga dalam perjalanan pulang setelah bertakziah ke rumah kerabat. Rumah kerabat tersebut berada di daerah Gempol, Pasuruan.

Dalam perjalanan itulah Gus Omy, yang bertindak sebagai sopir, diduga mengantuk. Akibatnya, Toyota Avanza dengan nomor polisi AE 1391 BI itu keluar jalur. Dan terlibat adu banteng dengan truk AG 8898 AG yang melaju berlawanan arah.

Gus Omy, kakak kandungnya, dan keponakan meninggal di tempat. Sementara sang anak mengembuskan napas terakhir ketika dirawat di rumah sakit di Bangil.

Selanjutnya korban dibawa kerumah duka pada Minggu (21/4) lalu. Setelah disalatkan di Masjid Baiturrohman, yang berada tak jauh dari rumah duka, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga. Letaknya sekitar 50 meter dari masjid tersebut.

Semasa hidupnya, Gus Omy merupakan salah satu pengurus GP Ansor di Kecamatan Gurah. Yaitu sebagai wakil ketua bidang ekonomi.

Menurut Abdul Muchid, Gus Omy sangat aktif berorganisasi. Juga mudah bergaul. Tak heran bila dia memiliki banyak kenalan dan sahabat. Pria yang juga menyukai otomotif, khususnya Vespa, ini dikenal sebagai sosok religius. Hasil didikan pesantren yang dia tempuk sekah sekolah  menengah pertama (SMP).

“Dari kecil sudah suka bergaul tapi tidak melupakan menuntut ilmu agama,” terang sang paman.

Semasa hidup, Gus Omy jarang melewatkan salat berjamaah di Masjid Baiturrahman, yang terletak di depan rumahnya. Sebagai putra Haji Mahmudin yang disegani masyarakat sekitar, dia memang bertanggung jawab merawat dan menjaga masjid yang konon berusia ratusan tahun.  Almarhum juga seorang yang sederhana dan sehari-hari berprofesi sebagai petani.

“Beliau anak ke-4 dari Pak Haji Mahmudin, salah satu pimpinan GP Ansor, “ terang Abdul Muchid, di akhir perbincangan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #kecelaaan #gurah