KEDIRI, JP Radar Kediri- Akhir hidup ZA, 45, harus berujung tragis. Warga asal Kelurahan Banjarmlati itu diduga hendak ngamar dengan teman perempuannya. Sayang, ajal terlebih dulu menjemputnya. ZA tewas terkena serangan jantung hingga tewas di salah satu kamar hotel melati di Kota Tahu.
Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian nahas tersebut terjadi pada Rabu (17/4) siang. Kejadian bermula saat korban janjian bertemu dengan ANK, 40, teman perempuannya pukul 10.20 WIB.
ANK check in terlebih dahulu di hotel tersebut sekitar pukul 10.50 WIB. Lalu, ZA datang menyusulnya. Usai masuk kamar, keduanya sempat ngobrol sembari duduk di dalam kamar. Sekitar lima menit berselang, ZA lantas pindah ke kasur. Namun, dia tiba-tiba mendengkur dan jatuh di kasur.
“Mengetahui korban pingsan, saksi keluar kamar untuk meminta bantuan salah satu karyawan hotel untuk memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah meninggal dunia,” terang Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara.
Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian itu kepada pemilik hotel dan diteruskan ke Polsek Kediri Kota. Pihak kepolisian datang untuk melakukan olah TKP. “Hingga saat dilaporkan belum ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Sebelum meninggal dunia korban memiliki riwayat sakit jantung dan stroke ringan,” jelasnya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban langsung dibawa ke Rumas Sakit Bhayangkara Kota Kediri. Dari pihak keluarga sudah menerima kematian korban karena korban sebelumnya memiliki sakit jantung dan menolak untuk di otopsi.
Sementara itu, kejadian tidak jauh berbeda juga terjadi di Pare, Kabupaten Kediri. Seorang pria berinisial IS ditemukan tewas di salah satu kamar hotel di Pare pada (16/4) lalu. Dia juga diduga tewas karena sakit jantung.
Kapolsek AKP Bowo Wicaksono menjelaskan pihaknya menerima laporan dari pihak hotel Banowarti terdapat pria yang sudah tidak bernyawa. Mengetahui hal tersebut ia segera mendatangi TKP untuk mengecek keadaan. “Karena waktunya check out, saksi mencoba membersihkan kamar korban,” jawabnya.
Lalu, dia mencoba memanggil supervisor hotel untuk membukakan pintu. Setelah dibuka, IS coba dibangunkan. Namun, dia tetap tidak bereaksi. Hingga akhirnya, mereka menyadari bahwa IS sudah tidak bernyawa selanjut mereka memanggil pihak kepolisian.
“Segera kita lakukan otopsi dan kita kembalikan kepada keluarga korban,” pungkas Bowo.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah