KEDIRI, JP Radar Kediri - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian jasad Haryono Adi Wiyono, 82, yang dilaporkan hanyut pada Kamis (11/4) lalu, kemarin. Namun, seperti halnya pencarian sebelumnya, para relawan belum kunjung mendapatkan hasil. Hari ini adalah deadline terakhir pencarian lansia asal Perum Wilis Indah II, Kelurahan Pojok, Mojoroto tersebut.
Pantauan koran ini, pencarian pada hari keenam kemarin diperluas. Pencarian dimaksimalkan hingga radius 10-15 kilometer. Puluhan anggota tim SAR yang dibagi menjadi dua tim menyisir sungai Brantas secara bersamaan. Ada pula yang melakukan penyisiran dan pemantauan dari darat.
Namun, hingga pukul 15.30 kemarin, jasad Haryono belum kunjung ditemukan. “Pencarian terpaksa dihentikan (pukul 15.30, Red) karena hujan deras dan debit air sungai meningkat,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Trenggalek Yoni Fariza.
Kemarin tim SAR gabungan menggunakan dua perahu karet. Masing-masing milik PLN dan Basarnas. Satu perahu melakukan pencarian mulai dari Kertosono ke utara. Menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Kemudian, satu perahu lainnya menyiris mulai Bendung Gerak Waru Turi ke utara. Menempuh jarak hingga 15 kilometer. “Tim darat tetap melakukan pemantauan mulai dari Kali Kedak sampai dengan Bendung Gerak Waru Turi,” jelasnya.
Namun, penyisiran yang dilakukan hingga ke Kertosono tersebut rupanya belum membuahkan hasil. Hingga kemarin sore, teka-teki keberadaan jasad Haryono belum terjawab alias nihil. “Pencarian akan kami lanjutkan besok (hari ini, Red),” papar Yoni.
Pencarian pada hari ke tujuh itu menurutnya sekaligus merupakan operasi SAR yang terakhir. Tim gabungan akan mengulang pencarian dari titik lokasi awal Haryono dilaporkan jatuh hingga titik terjatuh di pencarian kemarin. “Kami mulai lagi sampai line off,” tandas Yoni.
Seperti diberitakan, Haryono dilaporkan hanyut usai Perumahan Wilis Indah II Blok H Raya dilanda banjir pada Kamis (11/4) lalu. Dalam rekaman closed circuit television (CCTv) terlihat Haryono berjalan menyusuri area perumahan yang terendam. Diduga dia sedang mengejar tempat sampah yang hanyut terbawa air.
Saat sedang berjalan di area genangan itu, diduga dia terpeleset ke saluran drainase hingga terbawa arus ke Kali Kedak. Tim yang melakukan pencarian sejak di lokasi hanyut pun memperluas penyisiran hingga ke Sungai Brantas. Namun, jasad lansia bertubuh kurus itu belum kunjung ditemukan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah