KEDIRI, JP Radar Kediri - Pencarian Haryono Adi Wiyono, 82, masih terus dilakukan. Kemarin, tim search and rescue (SAR) gabungan menerjunkan satu perahu karet menyisir daerah aliran sungai (DAS) Brantas. Sayang, lansia yang dilaporkan hanyut saat air bah menerjang Perumahan Wilis Indah II itu belum membuahkan hasil.
Meski telah menerjunkan sedikitnya 50 personel, pencarian Haryono tidak lantas menjadi mudah. Berbagai tantangan harus dirasakan petugas di lapangan. Debit air di sungai Brantas yang tidak menentu membuat personel harus bekerja ekstra keras.
“Kendala selama pencarian memakai perahu yaitu sepanjang DAS brantas banyak tanaman eceng gondok dan debit sungai meningkat,” ujar Koordinator Pos SAR Trenggalek Yoni Fariza kepada Jawa Pos Radar Kediri. Itu pula yang membuat proses pencarian Haryono tak kunjung menemukan titik terang.
Pencarian dengan perahu karet dilakukan hingga radius 3-4 kilometer (km). Regu pencari melakukan berbagai manuver untuk berusaha menemukan korban. Namun, beberapa kendala tersebut membuat proses pencarian tidak bisa maksimal.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Pasalnya, hujan deras sempat mengguyur area pencarian sejak pukul 14.30 WIB. Akibatnya, proses pencarian akhirnya sampai terhenti. Rencananya, pencarian akan kembalikan dilakukan pada pagi hari ini.
“Kami akan lakukan evaluasi dan kembali melanjutkan penyisiran besok (hari ini, red),” tutur Yoni. Dalam pencarian kemarin, sejatinya Yoni sudah membagi personel menjadi tiga tim. Tak hanya melakukan penyisiran di DAS Brantas. Tim juga melakukan penyisiran di sepanjang muara Sungai kedak. Penyisiran dilakukan secara manual. Tanpa alat maupun perahu rafting. Hanya menggunakan pelampung.
“Tim ketiga menempati beberapa titik yang kami curigai korban kemungkinan ada di situ,” jelasnya. Lebih lanjut, pencarian Haryono akan dilakukan selama tujuh hari sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP). Melewati waktu tersebut, pencarian bakal dihentikan. Namun, pihaknya akan tetap memantau dengan menunggu informasi dari masyarakat setempat.
“Tapi bisa kami buka kembali misalnya muncul tanda-tanda keberadaan korban,” ungkap Yoni. Seperti diketahui, insiden nahas ini terjadi pada saat hujan lebat yang mengguyur Kota Kediri Kamis (11/4). Pada saat hujan lebat tersebut, Haryono ke luar rumah mengejar tempat sampah yang hanyut terbawa air. Diduga dia terpeleset ke saluran air hingga terbawa arus ke Sungai Kedak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah