KEDIRI, JP Radar Kediri— Mendekati Hari Raya Idul Fitri, pemudik dari luar kota mulai berdatangan. Salah satunya yang menggunakan moda transportasi kereta api. Sedikitnya, akan ada 12.180 penumpang yang turun di Stasiun Kediri mulai kemarin hingga 21 April mendatang.
Untuk diketahui, PT KAI mengakomodir lonjakan penumpang selama Lebaran dengan menghadirkan kereta angkutan lebaran. Angkutan lebaran itu dioperasikan mulai 31 Maret – 21 April 2024. Sebanyak enam kereta api tambahan akan melintas di Stasiun Kediri selama periode waktu tersebut.
“Per hari ini kereta jarak jauh seperti dari Jakarta dan Bandung tidak banyak mengalami kenaikan jumlah penumpangnya. Karena kebanyakan tiket sudah habis,” ujar Kepala Stasiun Kediri Daniel Yuniarta.
Itu karena—lanjut Daniel—banyak tiket jarak jauh yang sudah dipesan jauh-jauh hari. Yakni, H-45 keberangkatan. Sedangkan untuk kereta lokal menurut Daniel kenaikan baru terjadi kemarin. “Karena kan H-7 sebelum keberangkatan baru bisa dipesan,” sambungnya.
Adapun untuk penumpang kereta jarak jauh, menurut Daniel sebanyak 12.180 orang akan turun di Stasiun Kediri. Itu selama periode 1 – 21 April mendatang. Sedangkan untuk puncak arus kedatangan penumpang di Stasiun Kediri jatuh pada lusa (4/4) mendatang.
“Kalau yang turun itu puncaknya di 4 April. Total jarak jauh Jakarta-Bandung ada 865 penumpang,” tandasnya sembari menyebut, angka itu terbilang naik jika dibandingkan hari normal dengan rata-rata 600 penumpang.
Sementara itu untuk penjualan tiket keberangkatan dari Stasiun Kediri, Daniel menyebut sudah ada 13.490 tiket yang terjual. Itu baru penjualan sementara mulai 1 – 21 April 2024.
“Sementara tiketnya masih ada karena masih lama. Tapi hanya tanggal tertentu. Sampai hari ini (kemarin, Red) yang masih ada mulai 18 April. Mulai 13 – 17 sudah habis semua,” urainya.
Sementara itu, dengan adanya tambahan angkutan lebaran, menurut Daniel total kereta yang melintas di Kediri juga bertambah. Dalam sehari, sebanyak 40 kereta akan melewati Kediri.
Adapun enam tambahan kereta angkutan lebaran itu meliputi tiga jurusan kereta. Yakni, Malang-Jogja, Kediri-Pasar Senen, dan Malang-Gambir. “Itu PP (pulang-pergi, Red), ya,” tandasnya.
Sementara itu, pada Minggu (31/3) lalu, jumlah penumpang bis yang turun di Terminal Tamanan Kota Kediri terpantau mengalami kenaikan. Dalam sehari, sebanyak 5.771 penumpang bis turun di Terminal Tamanan Kota Kediri. Itu terdiri dari 5.446 penumpang antarkota dalam provinsi (AKDP) dan 325 penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP). Angka itu naik dari hari sebelumnya (30/3) yang hanya 3.975 kedatangan penumpang.
Jika kedatangan penumpang mengalami kenaikan, keberangkatan penumpang justru turun. Pada Minggu (31/3), total kedatangan penumpang hanya 3.058 orang. Itu turun dari sehari sebelumnya yang mencapai 4.257 penumpang.
Kepala UPT Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri Dukut Siswantoyo mengatakan, hingga kemarin belum ada lonjakan penumpang yang signifikan di terminal. Pihaknya memprediksi lonjakan pengguna moda bis akan terjadi pada dua hingga satu hari jelang Hari Raya Idul Fitri. “Masih landai-landai saja,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah